Jawa
Mengunjungi Museum Wayang Boediardjo yang Simpan Ratusan Koleksi Wayang Antik nan Bernilai Tinggi
Tak semua orang tahu keberadaan museum ini, tetapi saat ditelisik lebih dalam, museum ini menyimpan ratusan koleksi wayang yang kuno, antik dan bernil
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ada sebuah museum yang letaknya tersembunyi di kawasan Borobudur, Magelang.
Tak semua orang tahu keberadaan museum ini, tetapi saat ditelisik lebih dalam, museum ini menyimpan ratusan koleksi wayang yang kuno, antik dan bernilai budaya tinggi.
Tak hanya wayang dari nusantara saja, tetapi wayang dari manca ada di museum ini.
Adalah Museum Wayang dan Perpustakaan Koleksi H Boediardjo Sasono Guno Roso yang terletak di dalam kompleks Hotel Pondok Tinggal, Borobudur, Kabupaten Magelang.
Pemiliknya adalah seorang pejuang asal Magelang yang dulu juga menjabat sebagai Menteri Penerangan tahun 1968-1973, Boediardjo.
Berkunjung ke museum ini, pengunjung akan melihat bangunan bergaya modern dengan ukiran klasik di pintunya.
Ada arca berbentuk gunungan yang bertuliskan H Boediardjo, lahir 16 November 1921 dan wafat 15 Maret 1997.
Jalan setapak dan kolam kecil yang melingkari muka depan museum.
Pohon rindang dan bangunan-bangunan Joglo menuntut perjalanan menuju museum.
• 7 Dalang Cilik Ikuti Festival Hari Wayang Sedunia
Masuk ke dalam museum, berbagai lukisan yang menggambarkan pewayangan terpajang di sudut-sudut museum, seperti Hanuman ataupun cerita Mahabarata dan Ramayana.
Mata pun tertuju kepada koleks-koleksi benda antik yang diletakkan di atas meja kecil di sudut kanan museum.
Ada patung kura-kura yang terbuat dari logam, patung singa, burung dan lonceng.
Di sampingnya, ada lembaran wayang raksasa yang terbuat dari kulit dari negeri Kamboja.
Beralih menuju koleksi wayang dari museum. Koleksi pertama yang tampak adalah Wayang Kulit Sasak dengan ciri kepala wayang yang berwarna hitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengunjung-melihat-museum-wayang-dan-perpustakaan-koleksi-h-boediardjo.jpg)