Yogyakarta

Hindari Klaim Negara Lain, Kemendikbud Perkuat Pencatatan dan Pendataan Warisan Budaya Indonesia

Kemendikbud menyebutkan terus berupaya untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya di Indonesia.

Hindari Klaim Negara Lain, Kemendikbud Perkuat Pencatatan dan Pendataan Warisan Budaya Indonesia
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan terus berupaya untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya di Indonesia.

Hal ini didukung dengan pencatatan dan juga penguatan basis data ini salah satunya untuk menghindari klaim dari negara lain terkait warisan budaya ini.

“Untuk menghadapi klaim dari negara lain, salah satu kuncinya adalah dengan melakukan pencatatan dan penetapan warisan budaya,” jelas Kasubdit Warisan Budaya Tak Benda Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Binsar Manulang di sela-sela acara 7th Asean Traditional Textile Symposium 2019 di Hotel Royal Ambarukmo, Selasa (5/11/2019).

Binsar menjelaskan, saat warisan budaya ini masuk dalam basis data akan menjadi kunci penguat itu adalah data budaya.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Dia memaparkan, pencatatan ini sangat kuat untuk dukungan jika ada klaim menghadapi negara lain.

Di tahun 2019 ini, pihaknya tengah berproses untuk mendaftarkan pencak silat untuk disidangkan di ibu kota Colombia.

Untuk tahun 2020, pihaknya juga akan mendaftarkan pantun bersama dengan negara Malaysia ke UNESCO dan akan disidangkan.

“Tahun 2021 akan mengusulkan gamelan untuk disidangkan. Kami mengajukan dengan melengkapi dengan foto dan video untuk diajukan ke Unesco. Salah satunya dengan kerjasama dengan ISI Solo dan pihak kementrian untuk melengkapi berkas-berkas itu,” urainya.

Kemendikbud Berencana Terapkan Kembali Pelajaran PMP di Sekolah, Ini Kata Kadisdikpora DIY

Komunitas

Sejumlah kendala dalam pencatatan dan penetapan ini, ujarnya, diantaranya adalah terkait dengan berkas dan komunitas di Indonesia yang bergelut dengan hal ini.

Untuk kandidat pencak silat ini pihaknya pun sudah bekerja sama dengan komunitas di berbagai daerah seperti dari Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Pihaknya pun berupaya untuk memfasilitasi komunitas tersebut.

“Mudah-mudahan bisa lolos untuk warisan budaya dunia. Syarat lolos disidangkan ada ajuan yang dilakukan,” urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved