Nasional

Intoleransi Ancam Sekolah Usia Dini, Peran Orang Tua Penting untuk Membentengi Anak

Ken Setiawan mantan anggota perekrut Negara Islam Indonesia (NII) menuturkan ancaman intoleransi dan radikalisme di Indonesia sudah menyasar sekolah a

Intoleransi Ancam Sekolah Usia Dini, Peran Orang Tua Penting untuk Membentengi Anak
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Ken Setiawan mantan anggota perekrut Negara Islam Indonesia (NII) saat ditemui TribunJogja.com di Ruang Rapat DPRD Kota Yogyakarta, Minggu (3/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ken Setiawan mantan anggota perekrut Negara Islam Indonesia (NII) menuturkan ancaman intoleransi dan radikalisme di Indonesia sudah menyasar sekolah atau institusi pendidikan usia dini.

Hal ini menuntut kewaspadaan orang tua untuk memilih sekolah bagi anaknya.

"(Ajaran intoleran) hari ini mungkin kelihatan biasa tapi bagaimana kalau itu dilakukan terus menerus sampai dia dewasa dan sudah terbiasa dengan nilai intoleransi karena setiap hari nilai itu dinyanyikan, tentu berbahaya," paparnya saat ditemui TribunJogja.com usai mengisi acara bincang-bincang Harmoni Indonesia dan Karang Taruna DIY bertema 'Meningkatkan Kewaspadaan Dini Generasi Muda terhadap Radikalisme' di Ruang Rapat DPRD Kota Yogyakarta, Minggu (3/11/2019).

Intoleransi Sudah Ancam Intitusi Pendidikan Usia Dini

Ia menyebut perlu peran orang tua yang membentengi itu semua. Posisikan anak terbiasa dengan nilai Pancasila sejak dini.

"Orang tua harus kritis, koreksi kepada sekolah kalau memang mengajarkan intoleran, ini kelihatannya sepele tapi akan ada pengaruh pada psikologis anak terlebih saat dewasa nanti," paparnya.

Parahnya, sekolah yang terindikasi mengajarkan nilai intoleran mengajarkan nilai-nilai yang justru menyimpang dari nilai Pancasila seperti menganggap agamanya paling benar, melarang bergaul dengan di luar agama/kelompoknya, hingga melarang hormat pada bendera merah putih.

Pola inilah, kata Ken, yang memang digunakan untuk menanamkan benih intoleransi sejak kecil.

Paku Alam X Minta Budaya Jadi Senjata Ampuh Tangkal Intoleransi

"Pola (menanamkan) intoleransi kan pola hipnosis bukan hipnotis, eye contact, pengkondisian semua, mengatakan sesuatu yang diulang terus menerus, ini lho kamu yang benar dan yang lain salah, dunia dibuat jadi sempit, ini bahaya bagi anak bangsa, bagi saya intoleransi pintu gerbang orang menajdi radikal dan terorisme," tandasnya.

Baginya salah satu solusi menekan fenomena tersebut adalah dengan terus menggaungkan Pancasila ke berbagai elemen masyarakat. Atau kata lain yakni memasyarakatkan Pancasila.

"Ini tugas kita bersama bukan satu dua orang atau lembaga saja. Pancasila itu bukan pengganti Alquran tapi adalah sebuah kesepakatan bersama," jabarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved