Yogyakarta

Paku Alam X Minta Budaya Jadi Senjata Ampuh Tangkal Intoleransi

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyebut pentingnya mempertahankan budaya untuk melawan intoleransi.

Paku Alam X Minta Budaya Jadi Senjata Ampuh Tangkal Intoleransi
TRIBUNJOGJA.COM
Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyebut pentingnya mempertahankan budaya untuk melawan intoleransi.

Paku Alam X juga menyarankan untuk selalu mengutamakan budaya dalam penyelesaian persoalan intoleran.

“Karena munculnya kasus Intoleran itu oknum, bukan budaya asli masyarakat kita,” kata Sri Paduka saat menerima kunjungan dari Gerakan Masyarakat Indonesia Melawan Intoleran (Gemayomi) di Gedhong Pare Anom, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Dia menjelaskan, Gemayomi ditujukan untuk mengedukasi masyarakat tentang toleransi, karena edukasi adalah investasi intelektual yang sifatnya seumur hidup.

Gemayomi pun diminta memberikan arahan agar bisa terus konsisten aktif untuk membantu para masyarakat yang mengalami intoleran di Yogyakarta.

Ketua Pelaksana Kongres Melawan Intoleransi, Lilik Krismantori mengatakan, investasi nilai berupa kesadaran untuk menjunjung tinggi toleransi merupakan hal yang penting.

Selain itu, dengan membangun kembali nilai-nilai, dapat mengurangi tindakan intoleran.

Wagub DIY Berpesan untuk Tetap Jaga Keselamatan bagi Jip Wisata

“Kedatangan kami adalah ingin meminta dukungan dalam rangka menyelenggarakan Kongres Melawan Intoleransi pada 21 September 2019 mendatang,” jelasnya.

Konggres ini, kata Lilik diadakan karena yang menyebabkan intoleransi yang terjadi di masyarakat adalah merapuhnya nilai-nilai.

Kita ingin kembali membangun nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Kongres yang bertajuk Rajut Bhinneka, Rajut Jiwa Merdeka ini nantinya diadakan di Kantor DPD Gemayomi Kongres ini akan dihadiri oleh berbagai elemen seperti mahasiswa, kelompok komunitas, gerakan pemuda, dan ormas-ormas. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved