Yogyakarta

Akademisi UGM Sebut UMP dan UMK di DIY Dirasa Belum Sesuai KHL

UMP dan UMK di DIY 2020 yang telah disepakati dirasa masih jauh dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Akademisi UGM Sebut  UMP dan UMK di DIY Dirasa Belum Sesuai KHL
Kompas.com | Totok Wijayanto
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di DIY 2020 yang telah disepakati dirasa masih jauh dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Hempri Suyatna Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM menerangkan jika dilihat dari KHL, minimal UMP DIY harusnya Rp 2,5 juta.

"Upah layak minimum masih jauh karena paling tidak minimal 2,5 juta. Angka 2 juta sekian (untuk UMP Kota Yogyakarta) yang ditetapkan adalah jalan kompromi, meskipun dilihat dari kebutuhan hidup layak memang agak jauh," ungkapnya.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Menurut Hempri, upah yang telah ditetapkan merupakan salah satu jalan tengah, yang mana di satu sisi pemerintah ingin memberikan kenyamanan bagi orang yang berinvestasi, di sisi lain juga memikirkan buruh agar tidak terlalu minim upah yang didapatkan.

"Karena ini sebagai kompromi, yang menjadi penting adalah jaminan-jaminan untuk pekerja harus diperkuat, seperti jaminan kesehatan. Jangan sampai dengan gaji segitu, perusahaan mengabaikan berbagai bentuk jaminan sosial untuk tenaga kerja," katanya.

Menurut Hempri, ke depan Pemerintah DIY harusnya lebih detail melihat pertumbuhan dan inflasi yang ada di DIY, jangan hanya terpaku pada PP 78 Tahun 2015.

Daftar UMP dan UMK Yogya Terbaru Tahun 2020 : Ada Kenaikan Tapi Paling Rendah se-Indonesia

Hal tersebut dimaksudkan agar jarak KHL dengan UMP ataupun UMK tidak terlalu jauh.

Selain itu, opsi lain yang ada yakni DIY bisa mencontoh Bali untuk bisa menerapkan Upah Minimum Sektoral (UMS), mengingat DIY merupakan kota pariwisata.

Hempri menjelaskan, saat ini DIY memang belum menerapkan UMS, hal ini membuat upah yang ada di DIY tergolong masih minim.

Dia menjelaskan, dengan menerapkan UMS, bisa menjadi alternatif sehingga gaji yang diterima lebih dari UMP yang telah ditetapkan.

"Agar jarak kebutuhan hidup layak minimum dengan upah yang diterima itu jangan terlalu jauh, agar buruh juga bisa lebih sejahtera. Jogja bisa meniru Bali, mengingat Jogja menonjol jasa pariwisata dengan banyaknya hotel dan yang lainnya," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved