Kota Yogya

UMK Kota Yogya di Atas Rp 2 Juta, Begini Komentar Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyebutkan UMK Kota Yogyakarta menjadi yang paling tinggi di antara kabupaten lain se DIY.

UMK Kota Yogya di Atas Rp 2 Juta, Begini Komentar Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyebutkan UMK Kota Yogyakarta menjadi yang paling tinggi di antara kabupaten lain se DIY.

Dia berharap para pelaku usaha bisa menepati UMK ini sebagai acuan untuk menggaji para pekerja.

“UMK Yogya sudah menembus angka Rp 2 juta. Besaran ini mohon dipahami jika ada yang mempekerjakan asisten rumah tangga (ART) dan sopir harus mengaju ini. Harus di atas angka itu atau minimal sama,” kata Haryadi di kompleks Kepatihan, Rabu (30/10/2019).

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Perlu diketahui upah minimum kota Yogyakarta tahun 2020 disepakati sebesar Rp 2.004.000.

Nilai tersebut naik sebesar Rp 157.600 dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp 1.846.400.

Haryadi menambahkan, rumus untuk penetapan UMK dan UMP ini masih sama dan mengacu pada PP 78 tahun 2015.

“Dalam menetapkan UMP dan UMK rumus masih sama, ada inflasi dan pertumbuhan PDB. Sehingga, rumus angka besarannya jadi sama. Apa yang menjadi UMK dan UMP tahun lalu ditambah rumus tertentu jadi UMP dan UMK sekarang,” jelasnya.

Disinggung jika ada yang keberatan terkait dengan UMP dan UMK ini, Haryadi mengatakan angka ini sudah berdasarkan rapat dewan pengupahan kabupaten/kota.

Mekanisme UMK tahun lalu juga sudah mendasakarkan pada kesepakatan itu.

UMP dan UMK se-DIY Telah Disepakati, Ini Besarannya

Halaman
12
Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved