Kota Yogya

Tekan Angka DBD, WMP Dorong Masyarakat Lakukan 3M Plus

Selain pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penanganan terhadap rentannya DBD bisa dilakukan masyarakat dengan mengaktifkan giat 3 M Plus.

Tekan Angka DBD, WMP Dorong Masyarakat Lakukan 3M Plus
TRIBUN JOGJA/M FAUZIARAKHMAN
Demam berdarah dengue 

TRIBUNJOGJA.COM - YOGYA - Selain pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penanganan terhadap rentannya penyakit demam berdarah (DBD) bisa dilakukan masyarakat dengan mengaktifkan giat 3 M Plus.

Dengan menguras tempat penampungan air, kemudian menutupnya, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadikan sarang nyamuk, penyebaran DBD bisa ditekan.

"Bisa juga dengan bantuan obat nyamuk, tidak menggantung pakaian, menggunakan kelambu, dan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk," jelas Peneliti utama World Mosquito Program (WMP), Adi Utarini pada Rabu (30/10/2019).

Lebih lanjut dia menerangkan, sejak 2017 lalu pihaknya juga bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta untuk menekan angka penderita DBD.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Satu di antaranya dengan penyebaran nyamuk Wolbachia di beberapa wilayah.

Penyebaran nyamuk Wolbachia, kata dia memang masih merupakan kegiatan penelitian.

Separuh wilayah Kota Yogya telah selesai disebari nyamuk tersebut pada Desember 2017.

Adapun penyebaran dilakukan dalam dua tahap karena menggunakan dua desain penelitian, yakni desain kuasi-eksperimental pada tahap pertama di tujuh kelurahan di daerah kiri atas Kota Yogya (Kricak, Karangwaru, Tegalrejo, Bener, dll), dengan wilayah pembanding di tiga kelurahan di daerah kanan bawah wilayah (Umbulharjo dll).

Sementara pada yang kedua adalah desain Randomized Controlled Trial yang merupakan gold standar di wilayah bagian tengah Kota Yogya, dengan separuh wilayah disebari nyamuk dan separuh lainnya sebagai pembanding.

2 Kecamatan di Kota Yogyakarta Rawan DBD

"Pembagian tidak berdasarkan kelurahan, tetapi berdasarkan pembatas-pembatas fisik, seperti sungai, jalan, kebun dan lainnya," imbuhnya.

Dari sisi nyamuknya, maka di seluruh wilayah yang telah disebari, sebagian besar nyamuk telah berWolbachia.

Dari sisi pemantauan kasus DBD, baru dapat disampaikan hasil pemantauan sementara wilayah tahap satu dari rentang Maret 2017-Sep 2019.

Mengenai hasiln angka kejadian DBD di wilayah yang disebari nyamuk berWolbachia lebih rendah 74% dibandingkan dengan wilayah pembanding.

"Namun begitu, kami tetap menekankan dan mengimbau masyarakat untuk terus melakukan 3M Plus dan memeriksa jentik di lingkungannya," urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved