Polisi Bongkar Penjualan Cairan Vape Mengandung Narkoba, Dijual Online Lewat Aplikasi Line

Cairan vape (rokok elektrik) yang mengandung narkoba jenis gorila diedarkan secara online.

Polisi Bongkar Penjualan Cairan Vape Mengandung Narkoba, Dijual Online Lewat Aplikasi Line
IST
Ilustrasi vape atau rokok elektrik 

Polisi Bongkar Penjualan Cairan Vape Mengandung Narkoba, Dijual Online Lewat Aplikasi Line

TRIBUNJOGJA.COM - Cairan vape (rokok elektrik) yang mengandung narkoba jenis gorila diedarkan secara online. Polisi sudah menetapkan 4 tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, telah menangkap empat tersangka terkait peredaran cairan vape itu, masing-masing berinisial AC, M, FF, dan PN.

"Satu botol (cairan vape) yang (berukuran) 5 mililiter dijual seharga Rp600.000 via online," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Argo menjelaskan, cairan vape itu dijual melalui aplikasi Line secara tertutup. Para tersangka penjual dan pembeli tergabung dalam grup Line secara tertutup.

Kepada polisi, para tersangka mengaku baru menjual cairan vape mengandung narkoba sejak Juli 2019.

Dalam sehari, mereka mampu menjual 10 paket cairan vape kepada pembelinya yang berdomisili di kawasan Jabodetabek.

"Sudah jelas target marketnya siapa. Sementara (dijual) di Jabodetabek ya. Dalam sehari saja, bisa (menjual) 6 sampai 10 paket lewat ekspedisi biasa. Satu paket tidak hanya berisi satu botol, ada yang lebih," ungkap Argo.

Sebelumnya diberitakan, pengungkapan kasus peredaran cairan vape mengandung narkoba itu berawal ketika polisi mengamankan artis peran Vicky Nitinegoro bersama dua rekannya berinisial AC dan AN di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (16/10/2019) malam.

Ketiganya menjalani tes urine guna mengetahui penggunaan narkoba. Hasil tes urine milik Vicky dan AN menunjukkan negatif narkoba. Sementara itu, hasil tes urine AC menunjukkan positif penggunaan narkoba.

Polisi selanjutnya mengembangkan penyidikan kasus itu dan menangkap tiga tersangka lainnya yakni, M, FF, dan PN. Tersangka M ditangkap pada 17 Oktober lalu di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Polisi kemudian menangkap tersangka FF di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan saat hendak mengirim cairan vape mengandung narkoba.

Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya 253 botol liquid (cairan vape) berukuran 5 mililiter (ml) yang mengandung narkoba jenis gorila. Tersangka terakhir yang diamankan berinisial PN.

Dia merupakan otak dari pembuatan cairan vape mengandung narkoba itu. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (1) subsider Pasal 112 Ayat (1) juncto Pasal 132 Ayat (1) UU RI 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidananya di atas lima tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cairan Vape Mengandung Narkoba Dijual Secara Online melalui Line"

Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved