Bantul
Rayakan Bulan Bahasa, Komunitas Teater Bantul Gelar Purnama Sastra Bantul #6
Acara diadakan untuk menghidupkan kembali geliat kesusastraan atau setidaknya agar anak-anak muda tidak kehilangan obor kebijaksanaan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Kolaborasi antara penyair dan pejabat setidaknya, kata Didik, akan memberikan ruang kepedulian.
Prioritas pada penganggaran terhadap kegiatan sastra.
"Kami harap hadirnya sejumlah tokoh itu bisa mendorong. Artinya pemerintah mencoba melihat lebih adil. Tetap memberikan peluang sastra dipertunjukkan kepada masyarakat, sehingga mampu membangun sebuah habitat sastra sesungguhnya di masyarakat," terang dia.
• Pakai Lurik, Puluhan Model Lenggak-lenggok Cantik di Bantul Fashion Street #2
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengarakan, peran dunia sastra di masyarakat sangat penting.
Pada masa lampau sastra mampu membangun perubahan peradaban.
Semua itu bisa terjadi karena ada untaian kata oleh para sastrawan maupun penyair.
"Hidup kita bahkan bisa berubah karena kata-kata. Kata-kata itu bisa menjadi energi perubahan," terang dia.
Dunia sastra belakang ini, menurutnya sedikit meredup.
Adanya Purnama Sastra Bantul, menurut Halim sangat baik.
Acara diadakan untuk menghidupkan kembali geliat kesusastraan atau setidaknya agar anak-anak muda tidak kehilangan obor kebijaksanaan. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rayakan-bulan-bahasa-komunitas-teater-bantul-gelar-purnama-sastra-bantul-6.jpg)