Jawa

Klaten Tiru Studi Pengelolaan Sampah di Kota Palembang

Keberadaan Satuan Kerja peduli sampah yang dikenal dengan Satker Sampah menjadikan Kota Palembang dikenal sebagai kota terbersih di tanah air.

Klaten Tiru Studi Pengelolaan Sampah di Kota Palembang
Dokumentasi Pemkab Klaten
Paguyuban Camat Kabupaten Klaten melakukan tiru studi pengelolaan sampah di Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, PALEMBANG – Paguyuban Camat Kabupaten Klaten melakukan tiru studi di Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (25/10/2019).

Kegiatan ini untuk mengadopsi pengelolaan sampah menyongsong penilaian Adipura 2019. 

Warga Kota Palembang dikenal sangat mencintai Sungai Musi dan peduli sampah.

Kepedulian itu ditunjukan dengan aksi gotong-royong rutin bersih sungai tiap Minggu pagi dipimpin langsung walikota, pejabat, camat, lurah bersama-sama warga.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Tidak itu saja keberadaan Satuan Kerja peduli sampah yang dikenal dengan Satker Sampah menjadikan Kota Palembang dikenal sebagai kota terbersih di tanah air.

“Sungai Musi melalui jembatan Ampera menjadi penghubung wilayah hulu dan hilir. Untuk menjaga sungai, warga rajin gotong-royong membersihkan anak sungai setiap Minggu pagi. Tak heran karena tata kota yang bersih dengan program Palembang Emas Darusalam, kota ini banyak dipercaya menggelar acara internasional. Acara seperti Sea Games dan Asian Games yang digelar di Stadion Jaka Baring. Bahkan ke depan akan digelar Motor GP (Grand Prix) di Kota Palembang,” kata Staf Ahli Keuangan, Pendapatan, Hukum dan HAM Kota Palembang Arthur Febriansyah.

Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Roni Roekmito memaparkan bahwa permasalah yang dihadapi Klaten menyongsong penilaian Adipura adalah masalah pengelolaan sampah.

Pemkab Klaten Sarasehan Bersama Tim Sapu Jagat Demi Menyongsong Adipura

Saat ini dibangun TPA sampah di Desa Troketon, Pedan. 

"Pengelolaan sampah sampai tingkat kecamatan sekaligus melibatkan Tim Penggerak PKK adalah langkah menarik yang dilakukan di Kolidoni untuk dicontoh,” jelas Roni Roekmito.

Menanggapi lawatan rombongan Paguyuban Camat Klaten, Camat Kalidoni Hari Wijaya menjelaskan pengelolaan sampah Kota Palembang melalui Satuan Kerja atau Satker pengelolaan sampah. 

“Satker pengelolaan sampah di Kecamatan Kolidoni saat ini sudah memiliki empat instalasi dan segera menambah satu menjadi lima instalasi. Kelembagaannya dibentuk melalui Surat keputusan Camat. Bahkan satker ini sudah terintegrasi berbentuk CV dan berbadan hukum dari notaris. Hasil pengelolaan sampah ini bisa bernilai ekonomi seperti untuk pupuk cair atau padat, hidroponik, dikonversi BBM atau pakan ikan. Kami juga punya aplikasi Box Belanja. Nanti bagi masyarakat, sampah menjadi potensi dan tidak lagi menjadi masalah,” kata Hari Wijaya. (TRIBUNJOGJA.COM)

 

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved