Yogyakarta

Disdikpora DIY Dorong Edukasi pada Penonton Sepak Bola

Edukasi ini bisa berupa pendidikan karakter di sekolah mengingat hampir sebagian besar suporter merupakan pelajar atau mahasiswa.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyebut edukasi bagi penonton sepak bola sangat penting agar kejadian kericuhan di stadion Mandala Krida tidak terulang.

Edukasi ini bisa berupa pendidikan karakter di sekolah mengingat hampir sebagian besar suporter merupakan pelajar atau mahasiswa.

"Jangka panjang dan sangat penting adalah edukasi bagi penonton. Kalau hanya berbicara mengenai antisipasi kerusakan dan sebagainya belum menjamin," kata Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Jumat (25/10/2019).

Baskara Aji menambahkan, edukasi ini bisa didapatkan di sekolah-sekolah melalui pendidikan karakter.

Tutorial Make Up ke Sekolah, Tampil Kece Tanpa Kena Marah Guru Ala Tasya Farasya

Hal ini mengingat sebagian besar suporter berasal dari kalangan mahasiswa atau pelajar.

"Jika memang diperlukan spesifik maka nanti bagaimana ada strategi untuk memberikan edukasi khusus bagi penonton sepakbola," urainya.

Untuk edukasi ini, Aji menyebut bisa menggandeng koordinator penonton yang kemudian difasilitasi oleh Pemda DIY.

Disdikpora pun nantinya juga berkoordinasi dengan seluruh pihak seperti perguruan tinggi dan sekolah untuk hal ini.

Mengenai sejumlah kerusakan di stadion tersebut, Aji menyebut hal ini sudah ditangani oleh pihak PSIM Yogyakarta.

Dia mengatakan, beberapa kerusakan seperti pintu-pintu yang terbuat dari triplek.

"Habisnya perbaikan berapa silakan dikonfirmasi yang memperbaiki," ujarnya.

Pasca Ricuh Suporter di Mandala Krida, Polresta Yogya Kembali Amankan Satu Pelaku Perusakan

Ke depannya, dia berharap olahraga sepak bola jadi ajang pemersatu masyarakat.

Dalam sebuah permainan kalah dan menang adalah hal biasa, bukan sebaliknya justru memecah belah.

Sehingga, izin untuk penyelenggaraan sepak bola harus tetap ada.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved