Parenting
5 Cara Mudah Menghadapi Musim Pancaroba Agar Anak Tak Mudah Sakit
Musim pancaroba dapat membuat anak-anak rentan terkena penyakit. Perubahan cuaca ini dapat dihadapai dengan lima langkah mudah. Berikut langkahnya.
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Rina Eviana
5 Cara Mudah Menghadapi Musim Pancaroba Agar Anak Tak Mudah Sakit
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Dwi Latifatul Fajri
TRIBUNJOGJA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi tahun ini musim hujan akan datang pada November 2019.
Bulan November mendatang akan menjadi peralihan musim atau musim pancaroba.
Tanda-tanda musim pancaroba yaitu muncul angin kencang, udara terasa panas, puting beliung dan hujan yang datang dalam waktu singkat.
Perubahan cuaca ini berdampak pada kesehatan, khususnya anak-anak.
Penyakit pada musim pancaroba biasanya asma, sakit kepala, demam, flu, hingga nyeri di persendian.
Ada beberapa alasan musim pancaroba membuat anak rentan terkena penyakit.
Penelitian dari Yale University memberitahukan, meski terjadi sedikit penurunan suhu, dapat membuat virus flu berkembang cepat.
Udara dingin yang masuk ke saluran udara disertai pertukaran udara saat beraktivitas dapat menyebabkan udara tidak dapat dihangatkan lebih dulu, sehingga meningkatkan risiko inflamasi.
Dikutip dari Alodokter, inflamasi adalah peradangan atau cara tubuh melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri, dan jamur.
Selain perubahan cuaca, sinar matahari yang terlalu panas dapat memicu ketidakstabilan kimiawi dalam otak.
Cuaca dingin dapat membuat pembuluh darah menyempit, sehingga menghambat suplasi darah menuju ke otak.
Suhu udara rendah dapat membuat molekul pendeteksi virus dalam tubuh kurang sensitif.
Sistem imun anak masih dalam proses perkembangan sehingga penyakit mampu menghambat proses tumbuh kembangnya.