Menteri Perempuan dari Masa ke Masa, Mulai Maria Ulfah Hingga Sri Mulyani

Keterwakilan perempuan di pemerintahan selalu menjadi isu menarik untuk diikuti. Dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin yang akan bekerja pada 2019-2024,

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
wikipedia.com
Representasi Perempuan di Kabinet dari Masa ke Masa, dari Maria Ulfah Hingga Sri Mulyani 

TRIBUNJOGJA.COM - Keterwakilan perempuan di pemerintahan selalu menjadi isu menarik untuk diikuti.

Pada kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin yang akan bekerja pada 2019-2024, tercatat lima perempuan yang menduduki jabatan sebagai menteri, diantaranya adalah Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri, Siti Nurbaya Bakar sebagai Menteri Kehutanan dan LHK, Ida Fauziyah sebagai Menteri Tenaga Kerja dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA).

Lantas, bagaimana kiprah perempuan di kabinet dari masa ke masa?

Ternyata sejak tahun 1946, Indonesia sudah mulai menempatkan perempuan di kabinet.

Menteri perempuan pertama adalah Maria Ulfah Santoso.

Ia merupakan sosok perempuan penting di balik keberadaan Perjanjian Perundingan Linggarjati. Maria terkenal sebagai sosok pejuang perempuan di masa itu.

Lahir di Serang, Banten pada 19 Agustus 1911, ia adalah seorang anak dari Raden Mohammad Achmad, seorang Pamong Praja, organisasi yang didirikan Belanda. 

Ibunya adalah RA Hadidjah Djajadiningrat yang merupakan anak kelima Raden Bagoes Djajawinata, Wedana Kramatwatu dan Bupati Serang.

Pada tahun 1929, Maria Ulfa belajar ilmu hukum di Leiden, Belanda. Baginya kedudukan perempuan secara hulum masih sangat lemah dan perlu diperbaiki.

Di Belanda, ia mengikuti perhimlunan mahasiswa Leiden, Vereeniging van Vrouwelijke Studenten Leiden (VVSL). 

Representasi Perempuan di Kabinet dari Masa ke Masa, dari Maria Ulfah Hingga Sri Mulyani
Representasi Perempuan di Kabinet dari Masa ke Masa, dari Maria Ulfah Hingga Sri Mulyani (wikipedia.com)

Ia mengikuti gerakan tersebut untuk gerakan emansipasi wanita yang berubah menjadi perjuangan menuju emansipasi dan kemerdekaan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Setelahnya, Maria Ulfa turut bergabung dalam Partai Sosialis milih Sjahrir. Dari situ ia terpilih menjadi menteri perempuan pertama.

Selain Maria Ulfah, keterwakilan perempuan di kabinet bisa dibilang semakin banyak.

Berikut list yang dirangkum Tribunjogja.com:

Surastri Karma Trimurti lahir di Kabupaten Boyolali, 11 Mei 1912 dan meninggal di Jakarta, 20 Mei 2008 pada umur 96 tahun yang dikenal sebagai S. K. Trimuti atau S.K. Trimoerti, adalah wartawan, penulis dan guru Indonesia, yang mengambil bagian dalam gerakan kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan oleh Belanda.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved