Kulon Progo

Kantin Kejujuran Kini Hadir di SMPN 2 Kalibawang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo kembali menginisiasi pembentukan kantin kejujuran di sejumlah sekolah. Rabu (23/10), kantin kejujuran diresmikan

Kantin Kejujuran Kini Hadir di SMPN 2 Kalibawang
Istimewa
sejumlah siswa SMPN 2 Kalibawang tengah membeli barang di kantin kejujuran yang baru diresmikan di sekolah tersebut, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo kembali menginisiasi pembentukan kantin kejujuran di sejumlah sekolah. Rabu (23/10/2019), kantin kejujuran diresmikan di SMPN 2 Kalibawang.

Kepala Seksi Intelijen, Kejari Kulon Progo, Yogi Andiawan Saguta mengatakan konsep kantin kejujuran adalah tanpa penjaga dan siswa membayar serta mengambil kembalian sendiri sesuai nilai barang yang dibeli. Kantin kejujuran menjadi satu di antara langkah dalam memberi pemahaman budaya anti korupsi serta menumbuhkan sikap jujur kepada kalangan pelajar. Konsep program inii juga sejalan dengan fungsi Kejari dalam mencegah tindak korupsi.

"Harapan kami, kantin ini bisa membentuk karakter pelajar Kulon Progo yang jujur serta anti korupsi,"kata Yogi seusai peresmian.

Ketimbang Korupsi Berjamaah, Mending Kompak Jujur Bareng Lewat Kantin Kejujuran di Sekolah

Dalam upaya itu, pihaknya juga berencana mendirikan kantin kejujuran di tingkat sekolah dasar (SD) dengan harapan nilai kejujuran itu tertanamkan pada pelajar sejak dini.

Pelaksanaannya akan dilakukan bertahap dan melibatkan forum CSR serta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Adapun sebelumnya Kejari Wates sudah membangun kantin kejujuran di sejumlah sekolah. Antara lain di SMP N 1 Sentolo, SMP N 1 Wates, SMP N 1 Galur dan SMP N 1 Temon.

Dimungkinkan jumlahnya akan bertambah lagi karena ada dua SMP lain yang telah mengajukan permohonan untuk program tersebut.

Tak sekadar mendirikan kantin, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap sekolah yang mendapat bantuan program tersebut.

Sekolah diminta melaporkan perkembangan kantin untuk mengetahui perkembangannya. Jika omzetnya tumbuh berarti karakter siswa di sekolah tersebut terbentuk menjadi lebih baik.

Sebaliknya, jika kantin bangkrut menandakan sikap jujur siswa perlu dipertanyakan.

Tumbuh High School Resmikan Kantin Kejujuran

"Kalau maju dan berkembang berarti tingkat kejujuran siswa bagus. Kami juga berencana menggadakan lomba kantin kejujuran bersama Forum CSR Kulon Progo supaya jadi motivasi sekolah dalam mengembangkan kantinnya,"kata Yogi.

Kepala SMP N 2 Kalibawang, Sulis Setyawati mengatakan transaksi di kantin kejujuran dalam tahap awal akan diawasi pengurus OSIS untuk membangun kebiasaan siswa dalam sistem kerja kantin.

Sekaligus, mengantisipasi kebangkrutan kantin yang baru diresmikan dengan menggunakan bangunan bekas koperasi itu. Jika siswa sudah terbiasa, penjagaan tak diperlukan lagi.

Seorang siswa, Pinasti Tri Adharini berharap kantin kejujuran itu bisa terus berkembang sehingga menumbuhkan sikap jujur dan mandiri di kalangan siswa secara nyata.

"Kantin ini melatih kami untuk jujur dan anti korupsi. Kalau ada yang curang, nanti bisa saling ngingetin,"kata Pinasti.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved