Profil Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu yang Datang ke Istana Pakai Kemeja Putih

Ada 3 sosok menarik perhatian datang ke istana kepresidenan dengan mengenakan kemeja putih, mereka adalah Tetty Paruntu, Wishnutama dan Nadiem Makarim

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu ikut mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) pagi. 

Profil Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu

Seorang perempuan yang diketahui sebagai Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu atau Tetty Paruntu datang ke Istana Kepresidenan pada Senin (21/10/2019) pagi.

Kedatangan Tetty Paruntu bertepatan dengan rencana Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Kerja Jilid 2.

Dia adalah orang kedua yang datang.

Sebelumnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sudah datang terlebih dahulu.

Sebagaimana dilansir kompas.com, Tetty tampak mengenakan kemeja putih dengan paduan warna kuning pada kerahnya.

Politisi Partai Golkar itu terlihat datang dengan kawalan dua ajudan pria dan wanita.

Perempuan kelahiran 25 September 1967 ini adalah anak mantan rektor Universitas Sam Ratulangi, Jopie Tarutu dan Jenny Y Tumbuan. Sejak 2007, ia mulai bergabung dengan Partai Golkar.

Sejumlah jabatan pun pernah dipegang, mulai dari fungsionaris DPP hingga Wakil Bendahara I DPD Partai Golkar Sulawesi Utara.

Pada pertengahan tahun ini, ia pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus penerimaan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Pada saat itu tidak banyak pernyataan yang dikeluarkan Christiany setelah menjalani pemeriksaan.

"Nanti tanya pak penyidik saja ya," kata Christiany seperti dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (26/6/2019).

Selain Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu, ada pula sosok yang menarik perhatian, yakni Bos Gojek, Nadiem Makarim dan Wishnutama.

Siapa Wishnutama?

Wishnutama mendatangi Istana Kepresidenan pada Senin (21/10/2019) pagi.

Kedatangan Wishnu bertepatan dengan rencana Presiden Joko Widodo yang akan mengumumkan susunan Kabinet Kerja Jilid 2.

Wishnuhutama adalah orang keempat yang datang ke istana setelah Mahfud MD yang sebelumnya menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Wishnuhutama atau Wishnutama Kusubandio lahir di Jayapura, Papua pada 4 Mei 1976.

Penelusuran dari Wikipedia, sejak SMA Wishnu bersekolah di Kooralbyn International School di Queensland Australia dan Sekolah Internasional di Singapura.

Lalu dia melanjutkan kuliah di Liberal Arts di Mount Ida College Boston, Amerika Serikat.

Lalu Wishnu kuliah jurusan Ilmu Komunikasi di Emerson College Amerika Serikat.

Setelah lulus Wishnu menlanjutkan karis sebagai asisten produksi di New England Cable News Amerika Serikat dan Assistant Director Air Promotion di WHDH-TV, Boston.

Wishnutama juga mengenyam pendidikan di sekolah militer Norwich University.

Instagram @wishnutama, Wishnuhutama di acara @hrsummit_indonesia 2019
Instagram @wishnutama, Wishnuhutama di acara @hrsummit_indonesia 2019 (Instagram @wishnutama)

Dikutip dari Kompas.com, di Indonesia, Wishnutama dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO NET TV. Tama mualai bekerja di televisi pada 1994.

Saat itu dia bekerja di TV Indosiar yang saat itu dimiliki oleh PT EMTEK milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja.

Saat itu Tama bekerja di Supervisor On Air Promotion. Lalu perjalanan karirnya terus naik dan namanya mulai dikenal saat menjadi petinggi di Trans TV.

Wishnutama dikabarkan akan mengisi jabatan sebagai Menteri Pariwisata. Pada Kabinet Jokowi Jilid pertama, Menteri Pariwisata adalah Arief Yahya.

Arief Yahya sebelumnya menjadi Arief Yahya dan pernah mendapat The Best CEO of the Year.

Wishnutama juga pernah meraih gelar The Best CEO in Indonesia 2010 pilihan majalah SWA dan Indonesia Marketing Champion 2015 kategori Broadcast, TV Pay & Media sector pilihan MarkPlus.

Wishnuhutama mendirikan NET Mediatama Televisi tahun 2013.

Pada 2018, Wishnuhutama dipercaya menjadi Creative Director atau Sutradara Kreatif dalam Opening and Closing Ceremony Asian Games 2018.

Muncul nama Nadiem Makarim

 Nama CEO GoJek, Nadim Makarim sempat mencuat di bursa menteri kabinet Presiden Jokowi jilid kedua. Ternyata, rumor tersebut bukan isapan jempol belaka.

Mengenakan baju putih dan celana hitam, Nadim terlihat berjalan memasuki Istana Negara pukul 09.30 untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi berkaitan dengan pemilihan menteri untuk kabinetnya.

"Ini merupakan kehormatan bagi saya. Sesuai dengan misi saya di GoJek, saya ingin menampilkan Indonesia di panggung dunia. Sekarang, saya berharap bisa bergabung di skala lebih besar dan mengabdi untuk negara. Saya siap untuk membantu Presiden Jokowi," ucapnya usai melakukan pertemuan dengan presiden dan wakil presiden, Senin (21/10/2019).

Kehadiran Nadim seolah-olah menjawab misteri menteri muda yang pernah disinggung Jokowi beberapa waktu lalu.

Nadim sendiri baru berusia 35 tahun.

Namun, masih belum diketahui, posisi menteri apa yang akan diduduki Nadim.

Bos Gojek Disebut Jadi Calon Menteri Muda, Ini 5 Fakta di Balik Sosok Nadiem Makarim
Bos Gojek Disebut Jadi Calon Menteri Muda, Ini 5 Fakta di Balik Sosok Nadiem Makarim (itech.id)

Nadim Makarim adalah laki-laki kelahiran Singapura, 4 Juli 1984.

Ia merupakan pendiri GoJek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang kini sudah menjadi decacorn di Indonesia dengan nilai valuasi USD 10 Miliar.

Jika ditilik lebih dalam, Nadim sendiri bukan berasal dari keluarga sembarangan.

Ayahnya adalah Dr Nono Anwar Makarim SH LLM yang merupakan seorang praktisi hukum asal Indonesia.

Sang ayah merupakan alumni Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Sementara, sang ibu adalah Atika Algadri yang tak lain merupakan anak perempuan dari Hamid Algadri, seorang pejuang perintis kemerdekaan Indonesia yang berjasa dalam perundingan Linggarjati, Renville, KMB dan anggota parlemen di awal masa berdirinya negeri ini.

Melihat sejarah keluarga tersebut, tak heran jika Nadim menjadi orang sukses dan mampu membesarkan GoJek hingga kini.

Ditambah, Nadim adalah lulusan Brown University di Amerika Serikat tahun 2006 dan berhasil meraih gelar Master dari Harvard Business School.

Di bidang teknologi dan digital, Nadim bukan orang kemarin sore.

Pengalamannya membesarkan GoJek tak terlepas dari pengalamannya bekerja dengan perusahaan-perusahaan multinasional.

Salah satu perusahaan yang pernah ia tangani adalah Zalora Indonesia.

Di perusahaan tersebut, Nadim menjadi co-founder dan managing director sejak tahun 2011.

Namun kemudian, pada 2012 ia memutuskan untuk keluar dari Zalora Indonesia untuk membangun startup sendiri yang diberi nama GoJek.

Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers kerjasama Astra dan Go-Jek di Jakarta, Senin (12/2/2018).
Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers kerjasama Astra dan Go-Jek di Jakarta, Senin (12/2/2018). (IST)

Berkat tangan dinginnya, banyak investor yang tertarik untuk memasang saham di GoJek.

Pada tahun 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar USD 550 Juta atau sekitar Rp 7,2 Triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Venture, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global dan masih banyak lagi.

Disinggung mengenai pembicaraan dengan Presiden Jokowi, Nadim yakin bahwa Indonesia bisa maju dengan inovasi-inovasi yang akan dibawanya.

"Dari pembicaraan tadi, saya yakin Indonesia bisa untuk melakukan inovasi. Kami tadi sempat membicarakan visi misi ke depan, baik di bidang reformasi birokrasi maupun SDM," ungkap Nadim.

Meski sumringah, namun Nadim tidak memberikan keterangan lebih lanjut posisi menteri mana yang akan dia duduki.

Pertanyaan mengenai nasib GoJek selanjutnya juga terlontar dari mulut wartawan.

Akan tetapi, Nadim juga tidak berbicara lebih banyak terkait hal tersebut.

Ia hanya meyakinkan dirinya sudah tidak di GoJek dan mulai fokus untuk membenahi negara.

Menilik kehidupan pribadinya, Nadim memilih Franka Franklin untuk menjadi istrinya.

Tak berbeda jauh dari suaminya, Franka ternyata juga memiliki karir gemilang di dunia bisnis digital.

Wanita yang lama menempuh pendidikan dan bekerja di luar negeri ini juga cukup lama wara wiri di dunia branding dan e commerce. 

Dilansir dari situs Linkedin miliknya, Franka menyelesaikan studinya di Fashion Raffles Design Institute dan Northumbria University di Belanda.

Setelah lulus, ia langsung bekerja di sebuah agensi periklanan di Singapura, lalu kembali ke Indonesia tahun 2007 dan bergabung dengan sebuah agensi branding ternama. 

Franka juga sempat menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) di sebuah ritel e commerce kosmetik di Indonesia.

Kini, perempuan cantik yang banyak memiliki teman sosialita itu sedang fokus menjalani pekerjaannya sebagai Vice President (VP) merchandising dan pengembangan bisnis sebuah perusahaan fashion online ternama yang juga bekerja sama dengan para brand lokal.

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved