Gunungkidul

Tentukan Kenaikan UMK, Disnakertrans Gunungkidul Masih Tunggu Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya menjelaskan dalam menentukan upah mengacu pada dua indikator yaitu inflasi dan tingkat pertumbuhan ekono

Tentukan Kenaikan UMK, Disnakertrans Gunungkidul Masih Tunggu Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul masih menunggu penetapan besaran laju inflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi dari pemerintah pusat, hal tersebut berguna untuk melakukan pembahasan pengupahan di Gunungkidul.

Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya menjelaskan dalam menentukan upah mengacu pada dua indikator yaitu inflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

"Aturannya dalam penetapan upah minimum kabupaten (UMK) ada di Peraturan Pemerintah No. 78/2015 tentang pengupahan. Dua komponen itu yang menjadi faktor penentu dalam besaran kenaikan upah UMK," katanya, Minggu (13/10/2019).

Diktukba Gasum Polri 2005 Beri Bantuan 21 Tangki Air Bersih pada Warga Gunungkidul

Pihaknya saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait dengan besaran jumlah laju inflasi beserta tingkat pertumbuhan ekonomi.

"Kalau tidak ada penetapan dari pusat, maka kabupaten tidak bisa membahas usulan upah dalam rapat dengan dewan pengupahan yang terdiri dari pemkab, serikat pekerja dan asosiasi pengusaha," katanya.

Lanjutny, jika nanti besaran inflasi dan pertumbuhan sudah ditetapkan pihaknya akan segera menyusun jadwal untuk melakukan pertemuan.

"Yang jelas, pengusulan dilaksanakan di bulan ini,” imbuhnya.

Dirinya optimis pada tahun ini upah minimum akan mengalami kenaikan namun untuk besaran kenaikan masih belum pasti jumlahnya.

Daerah Terdampak Kekeringan di Gunungkidul Meluas ke 16 Kecamatan

“Penetapan upah sangat bergantung dengan kebijakan dari pusat. Karena sesuai dengan aturannya PP No.78/2015,” katanya.

Ketua Konfenderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Gunungkidul, Budiyono mengungkapkan, bahwa dirinya siap untuk mengikuti rapat penentuan UMK pada tahun depan.

"Besarannya akan dibahas dalam rapat dewan pengupahan yang difasilitasi oleh pemkab, intinya kami siap menhhadiri rapat tersebut," katanya.

Ia mengatakan partisipasi serikat pekerja tidak hanya dalam rapat penentuan UMK saja tetapi juga dilibatkan dalam Survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan setiap bulannya.

"Saat survey di lapangan kami juga dilibatkan," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved