Sering Memaki dan Berteriak Ternyata Berpengaruh pada Psikologis Anak, Ini Alasannya

Orang tua seharusnya mengerti dampak teriakan dan makian pada anak. Anak cenderung belajar dari orang tua mereka.

Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Mona Kriesdinar
Parents.com
Parents.com, Ilustrasi Ibu Memarahi Anaknya 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Dwi Latifatul Fajri

TRIBUNJOGJA.COM - Anak kecil yang sering diteriaki beresiko mengalami gangguan perilaku dan depresi. Bahkan jika marah dan melakukan kekerasan fisik, anak akan mengalami trauma masa kecil.

Berteriak pada anak bukanlah hal bagus untuk perkembangan. Jika ingin menasehati buah hati, orang tua bisa melakukan pembicaraan dengan nada tegas supaya anak mengerti.

Jangan Remehkan, Ini Dampak Psikologis Pertanyaan Kapan Nikah? saat Kumpul Keluarga

Anak-anak yang sering diteriaki dapat merubah anak berperilaku agresif bahkan tidak bisa mengontrol emosi jika berada di lingkungan pertemanan.

Apa yang membuat orang tua memaki ke anak ?

Jawabannya adalah ketika mereka marah, maka mereka akan menaikkan suara. Namun menaikkan suara ini bukan pemecahan masalah untuk mendisiplinkan anak.

Kenali Dampak Psikologis dalam Bermedia Sosial

Meneriaki anak mungkin dapat membuat mereka terdiam beberapa saat, namun hal tersebut bukanlah cara tepat untuk mengubah kebiasaan nakal mereka.

Dikutip dari healthline.com, orang tua seharusnya mengerti dampak teriakan dan makian pada anak. Anak cenderung belajar dari orang tua. Jika kemarahan digabungkan menjadi sikap agresif seperti berteriak, maka anak akan menganggap hal itu biasa di lingkungan keluarga dan mereka akan menirunya.

Menurut penulis dan edukasi khusus orang tua, Laura Markham, Ph.D., memberikan pesan : Kewajiban nomer satu sebagai orang tua adalah membuat anak aman dengan cara mengatur emosi pada mereka.

Waspada 5 Penyakit Psikologis Ini, Satu di Antaranya Adalah Alay Atau Narsis

Sering membentak dan memaki pada anak ternyata punya dampak negatif untuk anak. Dikutip dari Nakita.id, berikut dampak  orang tua meneriaki anak :

1. Penakut.

Sering berteriak pada anak, teryata berdampak pada ketakutan. Jika anak mendengar suara keras, maka dia akan bereksi seperti gemetar, meringis dan bersembunyi.

Rasa penakut ini mengakibatkan anak susah bersosialisasi bahkan menarik diri dari lingkungan pertemanan.

2. Depresi.

Bagaimana reaksi anak jika mendengar orang tua memarahi dan berteriak kepadanya?

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved