WISATA JOGJA: Menikmati Hamparan Alam Dari Atas Candi Abang Sleman

Jika sebuah candi pada umumnya merupakan bangunan bertingkat yang pernah diciptakan manusia, namun tidak dengan Candi Abang. Candi ini tidak memiliki

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
jogjatourwisata.id
Candi Abang 

TRIBUNJOGJA.COM - Jika sebuah candi pada umumnya merupakan bangunan bertingkat yang pernah diciptakan manusia, namun tidak dengan Candi Abang.

Candi ini tidak memiliki bangunan layaknya Borobudur yang megah maupun Prambanan yang menjulang kokoh.

Dilihat dari kejauhan, bukit Candi Abang seperti tidak terlihat sebuah bangunan, tapi itulah keunikannya.

Keutuhan candi sudah tak lagi sempurna, namun bukan berarti kecantikan dan keunikan sudah purna.

Candi Abang masih kokoh berdiri di puncak bukit dengan bahan bangunan batu bata. 

FOTO: Mengintip Gerhana Matahari di Candi Abang

candi abang6
candi abang (Tribun Jogja/ Hamim Thohari)

Mengenal Candi Barong, Candi dengan Punden Berundak yang Memusat ke Belakang

Ukuran alas Candi Abang adalah 36 x 34 meter dan tingginya belum bisa diperkirakan.

Sebenarnya, candi ini berbentuk seperti piramida, dengan sumur di tengahnya.

Di candi ini, terdapat tangga masuk dan dibuat dari batu putih alias gamping.

Selain itu, ada sebagian batu-batu andesit yang belum diketahui fungsinya.

Nah, candi ini juga bisa menjadi salah satu obyek wisata andalan yang Anda kunjungi ketika waktu senggang.

Candi Abang berada di puncak bukit di pinggir jalan desa, 1,5 kilometer sebelah Barat Jalan Raya Jogja-Piyungan, Sleman.

Akses ke lokasi bagus dan bisa ditempuh kendaraan roda empat.

Hanya saja, begitu menuju puncak bukit, agak rusak dan hanya bisa ditempuh jalan kaki atau sepeda motor.

Menurut sejarah, candi dibangun sekitar abad ke-9 atau ke-10 zaman Kerajaan Mataram Kuno.

Bentuk candi berupa bukit yang banyak ditumbuhi rerumputan.

Tak heran, banyak pelancong menamakan Bukit Teletubbies.

Pada waktu pertama kali ditemukan, dalam candi ini terdapat arca dan alas yoni lambang dewa Siwa berbentuk segidelapan (tidak berbentuk segi empat, seperti biasanya) dengan sisi berukuran 15 cm.

Mengenal Candi Gebang, Candi dengan Arca Dewa Penjaga Arah Mata Angin

candi abang3
candi abang3 (Tribun Jogja/ Hamim Thohari)

Ngabuburit di Candi Ijo

Beberapa orang menganggap Candi Abang merupakan tempat penyimpanan harta karun pada zaman dahulu kala, oleh karena itu sering dirusak dan digali oleh orang tidak bertanggung jawab yang mencari harta peninggalan sejarah dan barang berharga.

Hal demikian terjadi misalnya pada bulan November 2002.

Biasanya, wisatawan yang berkunjung kemari tak menyia-nyiakan kesempatan dengan menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam di tempat ini.

Pada pagi hari, biasanya sudah ada pengunjung yang datang untuk memburu sunrise.

Sedangkan waktu yang paling ramai adalah sore hari, terutama pada hari libur.

Mengenal Candi Abang, Candi Unik yang Dipercaya Dijaga Sosok Berbadan Besar

Banyak sekali pengunjung yang menghabiskan waktu di puncak Candi Abang untuk menunggu dan menikmati keindahan sunset.

Terkadang, wisatawan juga banyak membawa sepeda bersama dengan rombongan.

Hal ini karena sepeda diperbolehkan naik sampai ke Candi Abang dengan membayar harga tiket masuk sebesar Rp.2000/Orang.

Tempat wisata ini memang cocok bagi Anda yang menyukai wisata alam.

Tertarik untuk mengunjungi Candi Abang?

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved