Pendidikan

Fakultas Psikologi UGM Luncurkan Buku Kampus Sejahtera dan Buku Pencegahan Bunuh Diri

Buku ini merupakan hasil dari pengalaman action research selama tiga tahun bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga di DIY.

Fakultas Psikologi UGM Luncurkan Buku Kampus Sejahtera dan Buku Pencegahan Bunuh Diri
istimewa
Launching Buku yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi UGM pada Kamis (10/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Fakta menunjukan, masalah kesehatan jiwa di masyarakat cenderung mengalami peningkatan. Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia menyatakan, saat ini angka masalah kesehatan jiwa di dunia mencapai 450 juta orang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 1 juta memiliki kecenderungan untuk bunuh diri setiap tahunnya.

“4-6 terjadi disabilitas neuropsychiatric terkait dengan depresi penggunaan alkohol, schizophrenia, bipolar dan lain-lain,” katanya dalam kegiatan Talkshow Membangun Kesehatan Jiwa dan Launching Buku yang diadakan Fakultas Psikologi UGM pada Kamis (10/10/2019).

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Berdasarkan dari data Riskesdas, dia menyebutkan prevalensi gangguan mental emosional mencapai 6 persen untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta jiwa.

Angka ini cukup besar sekali angka dengan macam gangguan seperti gejala-gejala depresi, kecemasan.

"Sementara prevalensi gangguan jiwa berat schizophrenia mencapai 1,7 per 1000 penduduk atau 400 ribu orang. Dimana 14, 3 persen diantaranya pernah atau sedang dipasung," terangnya.

“Masalah kesehatan jiwa ini tahun 2013 gangguan kejiwaan 1,7 persen, naik menjadi 7 persen di tahun 2018 naik 7 persen, dan data ini ada sebelum pilkada, pemilu legislatif. Meski begitu UU Kesehatan Jiwa menjamin untuk setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, dan bagaimana dengan orang yang mengalami gangguan kejiwaan," ungkapnya.

Dekan Fakultas Psikologi UGM, Prof Dr Faturrochman mengatakan persoalan individual, dalam keluarga, di sekolah dan kampus, tempat kerja dan lingkungan sosial memicu masalah-masalah itu.

PKMK FK-KMK UGM Usulkan Perubahan Kebijakan Kompartemenisasi BPJS Kesehatan

Menurutnya, kesehatan jiwa sama halnya dengan kesehatan fisik, ia menjadi sangat vital untuk mewujudkan kesejahteraan.

Melihat hal tersebut, selain mengadakan Talkshow, Fakultas Psikologi melalui Center for Public Mental Health, Fakultas Psikologi melaunching dua buku panduan, yaitu Buku Kampus Sejahtera dan Buku Pencegahan Bunuh Diri.

“Di Yogyakarta, banyak kampus dan bila kampus-kampus tersebut sejahtera akan membantu banyak pihak, termasuk pihak kepolisian. Sebagai inisiatif awal, menurutnya, buku ini masih perlu masukan banyak pihak untuk penyempurnaan," ungkapnya.

Dia menjelaskan jika buku ini merupakan hasil dari pengalaman action research selama tiga tahun bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga di DIY. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved