Yogyakarta

Kekeringan Meluas, 110 Desa di Yogyakarta Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut, kebutuhan dropping air masih aman hingga awal musim penghujan.

Kekeringan Meluas, 110 Desa di Yogyakarta Terdampak
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah desa yang terdampak kekeringan di DIY semakin bertambah.

Dari sebelumnya ada 107 desa, saat ini kekeringan sudah terjadi di 110 desa dan 39 kecamatan yang tersebar di empat kabupaten.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  DIY menyebut, kebutuhan dropping air masih aman hingga awal musim penghujan.  

Hal ini lantaran ada pihak yang berkomitmen membantu meskipun prediksi BMKG awal hujan mundur di bulan November.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

“Kebutuhan air bersih di masing-masing kabupaten/kota masih dapat dicukupi oleh pemerintah dan dibantu oleh pihak swasta,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana dalam keterangan tertulis, kemarin.

Penyaluran air bersih oleh BPBD Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo untuk bulan September dan Oktober masih aman.

Sedangkan untuk Dinas Sosial kebutuhan air untuk bulan September sampai akhir Oktober belum dianggarkan.

Adapun jumlah dropping air di empat kabupaten DIY yang terdampak bencana kekeringan meningkat dari 19.170.000 liter menjadi 31.508.000 liter.

Adapun untuk informasi peringatan dini kekeringan DIY yang diupdate pada tanggal 20 September lalu ada beberapa tempat yang mengalami hari tanpa hujan berturut-turut.

Kekeringan, Embung Nglanggeran Kering

Untuk wilayah yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari yang berpotensi kekeringan terjadi di Kabupaten Bantul (Dlingo, Bantul, Pandak, Piyungan, Pajangan, Imogiri, Banguntapan, Jetis, Pleret, Kasihan, Sewon, Sanden, Bambanglipuro, Srandakan, Kretek, Pundong, Dlingo, Sedayu), Gunungkidul (Tanjungsari, Saptosari, Tepus, Paliyan, Rongkop, Girisubo, Nglipar, Wonosari, Karangmojo, Semanu, Ponjong, Ngawen, Purwosari, Patuk, Playen, Semin), Kulonprogo (Panjatan, Pengasih, Kokap, Kalibawang, Nanggulan, Girimulyo, Sentolo, Temon, Wates, Galur, Lendah), Sleman (Prambanan, Tempel, Berbah, Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, Depok, Pakem, Moyudan, Minggir, Godean, Ngaglik, Gamping, Kalasan, Berbah).

Sementara untuk wilayah yang mengalami 31 sampai dengan 60 hari terjadi di Kabupaten Sleman (Seyegan, Gamping, Tempel, Minggir, Sleman, Mlati, Turi, Depok), Gunungkidul (Panggang, Tepus, Karangmojo), Bantul (Dlingo), Kulon Progo (Sentolo, Samigaluh).

“Kekeringan yang dimaksud adalah kekeringan meteorologis yaitu berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya, dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan, dan seterusnya),” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved