Ekspor Batik Tumbuh pada Kiisaran 2,5 Persen Setiap Tahun
Peningkatan ini tak lepas dari peran pengusaha yang memanfaatkan media digital untuk menjajah pasar luar negeri.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah kabar merosotnya ekspor industri tekstil tanah air pada 2019, tekstil kerajian dan batik justru sukses tumbuh setiap tahunnya.
"Untuk perkembangan batik sendiri jika dibandingkan dengan tekstil nasional, ekspor batik meningkat pada kisaran 2,5 persen setiap tahunnya," kata Heri Pramono, Kepala Bidang Pengembangan Jasa dan Teknik Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (8/10/2019).
Dijelaskannya, ekspor batik secara nasional pun mengalami tren positif, dimana mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Menurut Heri, peningkatan ini tak lepas dari peran pengusaha yang memanfaatkan media digital untuk menjajah pasar luar negeri.
Lebih dari itu, upaya menumbuhkan UMKM-UMKM yang ada dilingkup wilayah BBKB pun juga mendorong angka pertumbuhan pemain tekstil batik.
"Pertumbuhan pelaku usaha ditambah mereka jualan dengan digital membuat pertumbuhan yang positif untuk ekspor batik," jelas Heri.
Kendati demikian pihaknya belum mendapatkan angka secara riil berapa nominal ekspor batik yang berhasil dicapai oleh pengusaha setiap tahunnya.
Namun pihaknya optimis, tren ini masih akan terus bergerak positif.
Heri menuturkan, klasifikasi ekspor batik adalah batik yang diakui oleh BBKB yakni batik tulis, batik cap dan batik kombinasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/heri-pramono-kepala-bidang-pengembangan-jasa-dan-teknik-balai-besar-kerajinan-dan-batik-bbkb.jpg)