Pendidikan
Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan Matematika
Ariadi Wijaya, Dosen Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY menerangkan, di abad ke-21 literasi digital telah dimunculkan untuk menyorot
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Karakteristik kompleks dari era digital membutuhkan lebih dari sekedar pengetahuan konseptual.
Ariadi Wijaya, Dosen Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY menerangkan, di abad ke-21 literasi digital telah dimunculkan untuk menyoroti serangkaian kompetensi penting untuk mengatasi tuntutan era masa depan.
Menurutnya, literasi digital terdiri dari beberapa hal, diantaranya keterampilan praktis dan fungsional, pemikiran kritis dan evaluasi, kreativitas, keamanan elektronik, komunikasi yang mahir, kolaborasi, pemahaman budaya dan sosial, dan pemrosesan informasi.
• Komitmen Kualitas Pend. Matematika dan Sains, FMIPA UNY Selenggarakan ICRIEMS 2019
"Mengembangkan kompetensi seperti itu sejak awal pendidikan membutuhkan peran besar guru,” ungkapnya saat menjadi pembicara di The 3rd International Seminar on Innovation in Mathematics and Mathematics Education (ISIMMED) yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY, Kamis-Jumat (3-4/10/2019)
Ariyadi menjelaskan, dengan menerapkan gagasan technological pedagogical content knowledge (TPACK) ke dalam praktik, ada tiga bidang penting yang harus dipertimbangkan.
Ketiga tahap tersebut yakni, pertama tahap persiapan di mana guru harus merancang atau menyiapkan tugas berbasis teknologi atau bantuan teknologi yang berfokus pada kegiatan eksplorasi.
Kedua, selama tahap implementasi guru perlu memberikan perancah yang tepat untuk dibawa dari eksplorasi teknis ke eksplorasi matematika.
"Ketiga, tahap penilaian dimana guru dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas," katanya.
• Temukan Buku Pembelajaran Matematika Audio-Tekstual Untuk Tunanetra, Subagya Raih Doktor
Barry Kissane dari School of Education, Murdoch University, Australia menjelaskan, di bidang matematika sendiri juga telah memanfaatkan teknologi, salah satunya dengan penggunaan kalkulator ilmiah.
Menurutnya, saat ini kalkulator ilmiah terus dikembangkan secara khusus.
Kalkulator ilmiah versi modern, memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan kepada siswa maupun guru.
Barry mengatakan, kekuatan pendidikan kalkulator muncul dari perpaduan unik antara kemampuan dan properti yang menjadikannya dapat diakses oleh semua siswa.
Selain itu, kalkulator ini pada dasarnya juga terbukti dapat diterima oleh otoritas penilaian dan kurikulum di banyak tempat di seluruh dunia.
"Dalam beberapa konteks, versi online kalkulator sesuai dan dapat diterima. Bersama dengan guru yang berpendidikan baik, dan kurikulum yang mengakui pentingnya teknologi modern," ungkapnya.
Menurutnya, kalkulator ilmiah dapat memiliki dampak yang cukup besar pada kelas matematika, dimana kalkulator ilmiah ini juga menawarkan kesempatan baru untuk belajar bagi semua siswa, tidak hanya mereka yang berada di komunitas yang makmur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/the-3rd-international-seminar-on-innovation-in-mathematics-and-mathematics-education.jpg)