5 Drama Korea Antimainstream Angkat Isu Kesehatan Mental
Kisah cinta segitiga seorang atau anak dari keluarga konglomerat yang harus mendapatkan jodoh sekelasnya namun cinta dapat berbicara hingga akhirnya
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
Kehadiran Han Ji Min membuatnya mempertahankan taman bermain tersebut agar tetap berjalan. Pasalnya Ji Min merupakan leader sirkus di taman hiburan tersebut.
• 5 Drama Korea Terpopuler di Bulan September, Dari Romansa Hingga Fantasi
Selain itu, Ji Min juga jatuh cinta pada kepribadian Robbin yang ada dalam diri Goo Seo Jin.
3. It's Okay, That's Love
Serial drama ini menceritakan tentang kehidupan seorang penulis sekaligus seorang DJ radio bernama Jang Jae Yeol (diperankan oleh Joo In Sung).
Sebagai seorang penulis tentu dia sangat terkenal karena novel misterinya yang laris di pasaran. Namun, ia merupakan pribadi yang sombong dan juga menderita gangguan OCD (Obsessive Compulsive Disorder).
Selain itu dia mengalami schizophrenia yang membuatnya berhalusinasi memiliki seorang teman anak SMA bernama Han Kang Woo (D.O) yang selalu menjadi teman curhatnya.
• Tayang Akhir Pekan: Sebelum Menonton Drama Korea ’Melting Me Softly’, Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu
Han Kang Woo merupakan bentuk halusinasi Jae Yeol dimana si Kang Woo mempunyai latar belakang keluarga seperti yang dialami oleh Jae Yeol.
Sementara itu, Ji Soo (Gong Hyo Jin) yang merupakan seorang psikiater di tahun pertamanya dalam menjalani medical training. Ia memiliki pengalaman buruk dalam hal percintaan karena genophobia.
Jang Jae Yeol dan Ji Soo bertemu sebagai pasien dan psikiater. Hingga pada akhirnya mereka harus tinggal bersama hingga pada akhirnya mereka jatuh cinta.
4. I'm Not a Robot
Serial drama korea MBC ini dibintangi oleh Yoo Seung Ho, Chae Soo Bin dan Um Ki Joon.
Drama ini mengisahkan tentang Kim Min Kyu ( Yoo Seung-ho ) adalah pemegang saham terbesar perusahaan keuangan terbesar (KM Finansial).
Namun, Min Kyu menjalani kehidupan yang terisolasi karena alergi parah terhadap orang sehingga tidak dapat bertemu dengan banyak orang bahkan menyentuh orang lain.
Meski ia sulit untuk bertemu orang, tak menutup kemungkinan bahwa ia memiliki IQ cukup tinggi sehingga membuatnya sering membuat robot atau sejenisnya untuk membantu kerja manusia.
Penemuan ia yang baru pda saat itu adalah Aji-3. Robot yang serupa dengan manusia. Tetapi, tak semudah yang dibayangkan, robot Aji-3 mengalami kerusakan pada batrai disaat mendekati peluncuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/5-drama-korea-antimainstream-angkat-isu-kesehatan-mental.jpg)