Yogyakarta

Selasa Wagen, Pedagang Pasar Bersolek Jadi Bregada

Mereka tampil dalam Gelar Seni Sanggar Kesenian Pasar Kota (Kapeka) yang diselenggarakan di depan Pasar Beringharjo Malioboro Kota Yogyakarta.

Selasa Wagen, Pedagang Pasar Bersolek Jadi Bregada
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Bregada ini bukanlah asli dari kerajaan tapi mereka adalah pedagang pasar yang sadar nguri-uri budaya jawa dengan bersolek menjadi bregada. Mereka tampil dalam Gelar Seni Sanggar Kesenian Pasar Kota (Kapeka) yang diselenggarakan dalam Selasa Wagen di depan Pasar Beringharjo Malioboro Kota Yogyakarta, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan bregada tampil melenggang di jalanan Malioboro, Selasa (1/10/2019) sore.

Baik laki-laki atau perempuan itu bersolek layaknya bregada kerajaan.

Namun, uniknya mereka bukanlah abdi dalem ataupun bregada asli kerajaan.

Mereka hanyalah pedagang pasar yang memiliki kesadaran nguri-uri budaya jawa.

Mereka tampil dalam Gelar Seni Sanggar Kesenian Pasar Kota (Kapeka) yang diselenggarakan di depan Pasar Beringharjo Malioboro Kota Yogyakarta.

Pedagang yang rata-rata berusia lebih dari 40 tahun ini tampil untuk memeriahkan Selasa Wagen dimana Malioboro bebas kendaraan bermotor.

Pentas Seni Selasa Wage Jangan Berpanggung

"Sanggar seni seperti bregada ini sebagai aktivitas lain para pedagang jadi nggak hanya jualan tapi mereka juga berusaha nguri-uri budaya dan kesenian," ujar Yunianto Dwi Sutono Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta sekaligus Pembina Kapeka saat ditemui TribunJogja.com di lokasi.

Dijelaskan Yunianto, tak hanya bregada dalam Kapeka ini juga mewadahi berbagai aktivitas pedagang pasar lainnya.

Seperti olahraga, musik hingga kegiatan seni lainnya.

"Ini jadi wadah bagi pedagang untuk mengeluarkan kreativitasnya baik budaya maupun seni," tandasnya.

Berkat upayanya mengembangkan budaya jawa, di kesempatan yang sama Sanggar Kapeka ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial berupa bantuan uang tunai yang diserahkan melalui Dinas Sosial DIY.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) DIY Peni Sumarwati yang berkesempatan memberikan bantuan menuturkan hadirnya Kapeka ini mampu menjadi jembatan dan fasilitas untuk melibatkan pedagang pasar untuk beraktivitas kesenian dan kebudayaan.

"Ini sebuah sarana untuk kita bisa mematri kebudayaan, memeliharan kebudayaan kita dengan menambah kreativitas sehingga tetap berkembang dan tumbuh. Hal semacam ini yang nantinya akan mewarnai kehidupan sosial dan bisa serasi di masyarakat," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved