Yogyakarta

Pelajar Ikut Demo, YLPA DIY: Tidak Usah Kasih Sanksi

YLPA DIY memandang, anak-anak yang ikut dalam aksi damai kemarin merupakan korban, dan tidak sepatutnya diberi sanksi.

Pelajar Ikut Demo, YLPA DIY: Tidak Usah Kasih Sanksi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Berkaitan dengan adanya sekelompok pelajar yang ikut dalam Aksi Damai #GejayanMemanggil yang berlangsung pada Senin (30/9/2019) kemarin, Ketua Umum Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) DIY Sari Murti Widyastuti meminta pihak sekolah untuk tidak memberikan sanksi kepada pelajar yang bersangkutan.

Sari Murti memandang, anak-anak yang ikut dalam aksi damai kemarin merupakan korban, dan tidak sepatutnya diberi sanksi.

"Tidak perlu diberikan sanksi hukuman karena dia sendiri (pelajar) juga korban. Korban yang dimanfaatkan oleh orang dewasa yang tidak peduli pada kepentingan anak, tapi justru memanfaatkan anak untuk kepentingan dia. Itu tidak beradab," ungkapnya pada Selasa (1/10/2019).

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Sari Murti menerangkan, pemberian sanksi kepada anak dirasa kurang tepat. Kerangka pemahaman dan pembinaan lah yang dirasa lebih pas.

"Kalau anak-anak diberi sanksi menurut saya juga kurang tepat. Harusnya diletakan dalam kerangka memberikan pemahaman. Dilakukan pembinaan saja, tidak usah sanksi. Dia saja korban kok," katanya.

Berkaitan dengan adanya pelajar yang masih ikut aksi, menurut UU Perlindungan Anak, hal tersebut tidak diperbolehkan, yang mana pelajar masih dalam kategori anak-anak.

Menurut Sari Murti, anak tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan politik, dimana anak masih dianggap belum mampu menyadari apa yang sebenarnya dia lakukan.

Namun, berkaca pada hak anak untuk berpendapat, yang juga ada dalam UU Perlindungan Anak, maka diperlukan forum khusus, bukan dalam kegiatan aksi.

Pemda DIY Sayangkan Pelajar Terlibat Aksi Unjuk Rasa #GejayanMemanggil 2

"Terkait dengan apa yang menjadi kebutuhan anak, tentu harus dilakukan melalui forum yang sekarang ini juga sudah disediakan untuk anak, yang namanya Forum Anak. Forum Anak ini ada mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan kota serta tingkat DIY. Silahkan menyuarakan kepentingan anak melalui forum itu," katanya

"Kemarin yang kita lihat, di Gejayan ada anak yang membawa poster dan narasi di dalamnya bukan untuk anak-anak. Narasinya orang dewasa yang tahu sebenarnya orang dewasa," tambahnya

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved