Yogyakarta
Dinkes DIY:Permasalahan Gigi Mulut Bisa Picu Penyakit Jantung Hingga Stunting
Tidak bisa dipungkiri, kesehatan gigi dan mulut ini juga menjadi pintu masuk akan penyakit dalam yang berbahaya.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan DIY menyebutkan, program kesehatan gigi ini dimaksudkan untuk mendukung eliminasi bayi stunting.
Tidak bisa dipungkiri, kesehatan gigi dan mulut ini juga menjadi pintu masuk akan penyakit dalam yang berbahaya.
"Harus diakui kesehatan gigi dan mulut memang tidak menimbulkan kematian. Sehingga, banyak masyarakat yang belum memulai untuk preventif. Padahal, ini adalah entry poin beberapa penyakit lain, " kata Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaning Astutie kepada wartawan, Selasa (1/10/2019).
Dia menyebut, permasalahan gigi dan mulut dapat merembet pada penyakut jantung.
Selain itu, bayi stunting juga cukup dipengaruhi oleh adanya penyakit gigi dan mulut.
• Kisah Anak Kernet Bus yang Berhasil Jadi Dokter Gigi, Simak Bagaimana Perjuangannya
"Jika ada infeksi di mulut dan gigi, kemudian ibu hamil malas makan atau anak bayi juga, sehingga asupan gizi juga terpengaruh, " paparnya.
Dia mengatakan, untuk pencegahan caries atau karang gigi ini bisa dilaksanakan di Puskesmas atau rumah sakit gigi dan mulut.
Preventif ini jauh lebih penting daripada harus kuratif atau pengobatan.
• Permen Asam Berisiko Tinggi Merusak Gigi Daripada Permen Manis
Adapun acara kesehatan gigi nasional ini sudah dilakukan sosialisasi oleh PDGI di tingkat provinsi.
PDGI di Kabupaten Kota juga telah melaksanakan kegiatan di masing-masing wilayah.
"Sasarannya memang ibu hamil dan remaja. Hal ini untuk mendukung eliminasi stunting. Mulai dari ibu hamil kesehatan gigi yang baik bisa meningkatkan asupan gizi untuk cegah stunting, " paparnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-dinkes-diy-pembajun-setyaning-astutie-2.jpg)