Yogyakarta

Pelajar Jogja Galang Dana untuk Korban Karhutla

Aksi melawan asap merupakan sarana bagi pelajar DIY untuk berkumpul dan melakukan aktivitas yang positif.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Pelajar dari berbagai sekolah di DIY melakukan aksi galang dana melawan asap untuk korban kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan di Tugu Yogyakarta, Sabtu (28/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelajar seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan aksi melawan asap.

Aksi melawan asap merupakan aksi penggalangan dana untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Koordinator Aksi Melawan Asap, Jendra Satria Pitoyo mengatakan aksi dilakukan melalui dua metode, yaitu aksi di sekolah dan aksi di jalan.

Ada sekitar 25 sekolah di DIY yang terlibat dalam aksi penggalangan dana di sekolah.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Sementara untuk aksi di jalan, hampir seribu pelajar yang terlibat.

Ada tujuh titik aksi penggalangan dana di jalan.

Tujuh titik tersebut berada di Tugu Yogyakarta, Titik Nol Kilometer, perempatan Denggung, pertigaan Nanti, kawasan Masjid Agung Bantul, kawasan Paseban Square Bantul, Alun-alun Wates, dan Alun-alun Wonosari.

"Peserta dari seluruh pelajar di DIY, ini juga inisiatif dari teman-teman. Termasuk koordinator di setiap titiknya juga pelajar," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di Tugu Yogyakarta, Sabtu (28/9/2019).

Sikapi Karhutla, Aliansi Masyarakat di Yogyakarta Minta Pemerintah Tindak Tegas

Jendra menjelaskan aksi melawan asap merupakan sarana bagi pelajar DIY untuk berkumpul dan melakukan aktivitas yang positif.

Melalui aksi, pelajar DIY juga diajak untuk peduli pada lingkungan dan sesama.

"Masa iya saudara kita yang di sana (Sumatera dan Kalimantan) tutup hidung, kita tutup mata. Dengan aksi ini harapannya bisa menjadi sarana srawung (bergaul) antarpelajar, bisa menjalin pertemanan yang luas," jelasnya.

"Yang paling penting adalah dengan kegiatan ini mengajak teman-teman untuk peduli lingkungan juga peduli pada sesama. Apalagi Yogyakarta sebagai kota Pelajar, tidak bisa hanya diam saja," sambungnya.

Sementara itu, salah satu peserta aksi, Aisyah Ayuning Budi (15) mengikuti aksi melawan asap karena tertarik pada kegiatan sosial.

GMMA Yogyakarta Lakukan Aksi Damai Menuntut Pengungkapan Kasus Karhutla

Selain itu, melalui kegiatan tersebut dapat menambah pertemanan.

"Saya memang senang dengan kegiatan sosial, apalagi ini juga diikuti oleh pelajar Jogja, jadi ya semakin banyak teman. Ini semua teman-teman baru saya karena baru sekali ini ikut," ungkap siswa SMAN 9 Yogyakarta tersebut.

Menurut siswa kelas X itu, aksi melawan asap merupakan kegiatan yang positif.

Ia berharap semakin banyak pelajar DIY yang mengikuti kegiatan sosial dan menunjukkan kepedulian pada lingkungan dan sesama.

"Acara ini sangat positif, apalagi yang nantinya menerima bantuan ini juga senang. Kalau sekolah mendukung pasti lebih baik, pasti informasi akan lebih menyebar luas dan semakin banyak yang ikut," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved