Breaking News:

Kulon Progo

Pemkab Kulon Progo Kaji Ulang DED Kawasan Pantai Glagah, Ini Alasannya

Pemkab Kulon Progo Kaji Ulang Detailed Engineering Design Kawasan Pantai Glagah, Ini Alasannya

Pemkab Kulon Progo Kaji Ulang DED Kawasan Pantai Glagah, Ini Alasannya
instagram/faris.mkhtr
Pantai Glagah

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sekretaris Daerah Kulon Progo, Astungkara memastikan bahwa rencana penataan kawasan wisata Pantai Glagah, Kecamatan Temon akan terus berlanjut.

Rencana Detail Teknis (Detailed Engineering Design/DED) penataan wisata pantai akan dikaji ulang dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menjanjikan bahwa masyarakat akan diakomodir di dalamnya.

Astungkara menyebut, kawasan Pantai Glagah ke depan akan ditata dengan mencakup aspek perdagangan dan jasa sebagai sektor pendukung dan penyangga wisata.

Termasuk di dalamnya antara lain berbagai jenis usaha pariwisata seperti hotel, restoran, losmen, gerai kuliner, dan lainnya.

Tingkatkan Potensi UMKM dalam Menghadapi Era Revolusi Industry 4.0 

Hal ini belum tergambarkan dalam DED penataan wisata Pantai Glagah sehingga pihaknya akan mengkaji ulangnya melalui Dinas Pariwisata.

"DED tetap akan jalan terus dan diselesaikan dengan unit usaha wisata nanti ditempatkan di sisi utara, area sekitar jalur jalan Diponegoro, berbatasan dengan pagar bandara. Losmen dan hotel juga kita arahkan ke wilayah itu karena mereka masih termasuk sektor perdagangan dan jasa,"kata Astungkara seusai menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait atas rencana penatan kawasan sekitar Bandara Internasiona Yogyakarta (YIA), Jumat (27/9) di Ruang Menoreh Kompleks Pemkab Kulon Progo.

Rencana penataan kawasan wisata Pantai Glagah beserta munculnya DED itu sempat meresahkan para pelaku usaha yang sudah ada di pantai tersebut selama ini.

59 Orang Diamankan Paska Kerusuhan di Kota Magelang

Mereka khawatir tersingkirkan oleh rencana penataan itu dan merasa disisihkan karena tidak dilibatkan dalam penyusunan DED.

Mereka juga sudah beberapa kali menggelar audiensi dengan Pemkab Kulon Progo untuk mempertanyakan permasalahan itu.

Astungkara menyebut, DED penataan wisata Pantai Glagah yang sudah selesai disusun Dinpar sebelumnya hanya berfokus pada kawasan utamanya saja yang berhubungan dengan aktivitas wisata.

Sedangkan area penyangga kawasan yang mencakup perdagangan dan jasa memang belum dicantumkan.

Hal ini yang menjadi alasan dilakukannya kajian ulang terhadap DED tersebut dengan tujuan mengakomodir para pelaku usaha wisata yang sudah eksis di pantai tersebut. Ia pun tak memungkiri adanya reaksi dari para pedagang dan pelaku usaha lain di Pantai Glagah atas DED tersebut.(Tribunjogja I Singgih Wahyu)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved