Breaking News:

LEPRID Berikan Anugerah Penghargaan pada Satu Keluarga di Yogyakarta

Penghargaan berupa piagam dan medali ini diserahkan pada Minggu (22/9/2019) lalu bertempat di Agatha Studio Yogyakarta.

dok.pri/istimewa
Ketua Umum Leprid Paulus Pangka (kiri) memberikan penghargaan kepada Budi Sutedjo Dharma Oetomo (dua dari kiri), Maria Herjani Sanusi dan Albert Steven Sutedjo atas prestasi Keluarga (Ayah, Ibu dan Anak) Pertama di Indonesia yang Produktif Menulis dan Menyunting Buku belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Belum lama ini, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yang didirikan dan dipimpin Paulus Pangka SH menganugerahkan penghargaan kepada keluarga Budi Sutedjo Dharma Oetomo, Maria Herjani Sanusi dan Albert Steven Sutedjo.

Penghargaan kepada keluarga ini lantaran prestasinya sebagai Keluarga (Ayah, Ibu dan Anak) Pertama di Indonesia yang Produktif Menulis dan Menyunting Buku.

Penghargaan berupa piagam dan medali ini diserahkan pada Minggu (22/9/2019) lalu bertempat di Agatha Studio Yogyakarta.

Pendiri sekaligus Ketua LEPRID Paulus Pangka mengatakan prestasi ini muncul di tengah usaha negara untuk memajukan literasi masyarakat.

"Terdapat keluarga yang tidak hanya sadar literasi, tetapi seluruh anggota keluarga ini secara produktif menulis dan menyunting buku," katanya.

Paulus berharap, hadirnya LEPRID memberikan penghargaan kepada keluarga ini dapat menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasinya.

Dari catatan yang diperoleh, Budi Sutedjo merupakan yang mempelopori Lokakarya Indonesia Menulis serta masih menjadi Dosen FTI UKDW Yogyakarta. Dirinya tercatat telah menulis sebanyak 216 buku dan menyunting 198 buku sejak 1997.

Sementara istrinya, Maria Herjani Sanusi telah menulis 17 buku dan menyunting 73 buku sejak 2009. Sedangkan sang anak yakni Albert Steven Sutedjo yang mengaku mulai menulis buku saat kelas V di SD Tarakanita, yang dilanjutkan waktu di SMP Stella Duce, SMA Kolose de Britto dan kuliah di Teknik Arsitektur UKDW saat ini telah menulis 13 buku dan menyunting 25 buku.

Penulisan dan penyuntingan buku itu dilakukan baik secara mandiri maupun bersama-sama seluruh anggota keluarga maupun bersama dengan penulis-penulis lain dalam bentuk buku bunga rampai.

Inspirasinya adalah 'Jangan biarkan waktu berlalu tanpa menulis buku' dan 'Jadilah guru bangsa melalui pustaka' yang telah membantu memberi semangat untuk terus menulis dan membantu penyuntingan tulisan dari penulis-penulis lainnya.

"Kami tidak menyangka, bila kegiatan literasi bersama dalam keluarga ini mendapat perhatian bahkan dinilai sebagai prestasi unik di Indonesia dan dunia oleh LEPRID," kata Budi Sutedjo. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved