Seorang Nasabah Punya Pinjaman Online 141 dan Ditelepon 250 Kali Sehari oleh Penagih

Di Google Playstore banyak bermunculan aplikasi pinjaman online yang gampang diakses pengguna dan menawarkan kemudahan pinjaman uang tanpa persyaratan

Seorang Nasabah Punya Pinjaman Online 141 dan Ditelepon 250 Kali Sehari oleh Penagih
Freepik.com
Seorang Nasabah Punya Pinjaman Online 141 dan Ditelepon 250 Kali Sehari oleh Penagih 

Seorang Nasabah Punya Pinjaman Online 141 dan Ditelepon 250 Kali Sehari oleh Penagih

TRIBUNJOGJA.COM -Sekarang ini, masyarakat yang butuh pinjaman dana mendadak dimudahkan dengan adanya aplikasi pinjaman online alias fintech landing.

Di Google Playstore banyak bermunculan aplikasi pinjaman online yang gampang diakses pengguna dan menawarkan kemudahan pinjaman uang tanpa persyaratan yang ribet.

Di antara sekian banyak plikasi pinjaman online ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyebut banyak di antaranya yang ilegal.

Saking mudahnya mengakses pinjaman online bahkan ada satu nasabah yang memiliki 141 pinjaman online sekaligus sehingga ditelepon 250 kali oleh penagih pinjaman online dalam sehari!

Data terakhir Satgas Waspada Investasi (SWI), hingga September 2019, tercatat ada 127 fintech P2P lending ( pinjaman online/pinjol) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jumlah fintech yang tidak terdaftar pun tumbuh lebih subur, hingga September ini, setidaknya terdapat 1.477 pinjaman online yang ditutup oleh (SWI).

Maraknya fenomena pinjol ilegal membuat Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengajukan pinjaman online.

Tongam pun mengungkapkan, ada kasus di mana seseorang memiliki pinjaman di 141 pinjaman online sekaligus.

"Ada orang yang pinjam di 141 pinjaman online sekaligus, dia mengatakan tiap hari menerima 250 telepon," ujar Tongam di acara Indonesia Fintech Summit and Expo di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Tongam mengatakan, utang dari debitur yang berutang di 141 pinjaman online itu mencapai Rp200 juta.

Dia pun menjelaskan, pinjaman online sebenarnya bisa menjadi bermanfaat jika masyarakat sudah bisa mengenali dan memanfaatkan dengan baik.

Pasalnya, hingga saat ini tercatat sudah ada 11,5 juta nasabah dari 141 pinjaman online yang legal di Indonesia.

Adapun untuk masyarakat yang dirugikan hanya ribuan. "Masyarakat terlalu banyak dijejali pinjaman online ilegal. Banyak yang menganggap pinjaman online ini ilegal, padahal ada 11,5 juta nasabah yang menikmati," jelas dia.

Tongam pun menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum bisa mencegah menjamurnya aplikasi layanan pinjaman onlie ilegal di platform Google Play, meski pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak Google Indonesia.

"Di Google itu ada 8 juta unggahan aplikasi per hari. Dan itu tidak mungkin mereka membatasi orang membuat aplikasi, melarang orang ngirim SMS ke kita, membuat situs website, yang bisa dipengaruhi ya diri kita sendiri, edukasi, sosialisasi," ujar dia.(*)

Editor: Rina Eviana
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved