Seorang Ibu Melahirkan Anak Pertama di Bak Mandi setelah Ditolak Rumah Sakit

Seorang ibu terpaksa melahirkan anak pertamanya di dalam bak mandi di rumahnya, setelah pihak rumah sakit menolaknya. Ini alasan rumah sakit

Tayang:
Editor: iwanoganapriansyah
IST/Fox3 Denver
LeeAnn Bienaime dan bayinya yang lahir di rumah setelah ditolak rumah sakit. 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang ibu terpaksa melahirkan anak pertamanya di dalam bak mandi di rumahnya, setelah pihak rumah sakit menolaknya.

Dilansir New York Post, pada Kamis (19/9/2019), LeeAnn Bienaime (27), segera pergi ke Pusat Medis Kelautan Portsmouth, Virginia, AS, setelah dia mengalami kontraksi intens dan merasa akan segera melahirkan.

Wanita Dilarang Tinggal di Pulau Ini, Termasuk Hewan dan Lukisan Perempuan

Sebelumnya, LeeAnn tak mengira bahwa dirinya akan ditolak oleh pihak rumah sakit, karena dianggap belum waktunya melahirkan.

Menurut LeeAnn, saat itu dia baru mengalami bukaan selebar 2 sentimeter, sedangkan pihak rumah sakit baru akan menerima dan menjalankan prosedur kelahiran jika telah mengalami bukaan 5 sentimeter.

Setelah ditolak rumah sakit, LeeAnn yang ditemani suaminya Leo Bienaime (29) segera kembali ke rumah mereka.

Tak disangka, beberapa waktu kemudian dia benar-benar melahirkan.

LeeAnn memutuskan untuk melahirkan di dalam bak mandi yang telah diisi penuh dengan air. Tak lama setelahnya bayi laki-laki yang kemudian mereka beri nama Joachim lahir ke dunia.

"Dia (bayi) meluncur keluar. Saya menangkap dan segera membalik badannya. Saya memakaikan handuk dan memberikannya kepada istri saya," kata Leo kepada ABC.

Setelah menceritakan hal yang baru saja dialaminya kepada keluarganya, LeeAnn mengatakan, mereka semua berkata bahwa dirinya seharusnya tidak langsung pulang saat pihak rumah sakit menolaknya.

"Semua orang yang saya beri tahu mengatakan kepada saya bahwa saya seharusnya tidak diminta pulang. Kalau diingat lagi, saya akan bertahan di sana dan tidak ke mana-mana," kata LeeAnn.

Dikatakan, perjalanan dari rumahnya menuju rumah sakit memakan waktu 25 menit dan dia akan memilih bertahan di rumah sakit itu seandainya tahu bahwa dirinya akan melalui drama melahirkan seperti yang dilaluinya hari itu.

"Jika bisa mengulangnya, saya hanya akan duduk di ruang tunggu dan tidak ke mana-mana. Mungkin akan mendirikan tenda dan menyalakan api. Kami akan langsung berkemah," ujar Leo.

Dikatakan, pihak rumah sakit telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved