Bantul
Desa Guwosari Ditetapkan Sebagai Desa Tangguh Bencana
Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Menurut dia, menghadapi bencana sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja.
Tetapi seluruh komponen masyarakat, memiliki andil dalam menyiagakan bencana.
Kegiatan simulasi tersebut menjadi sosialisasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga seluruh komponen warga sigap dan siap dalam menghadapi bencana.
Mulai dari penyelamatan diri hingga proses evakuasi dari tim relawan.
Bupati Bantul, Suharsono mengatakan, simulasi gempa sangat penting dilakukan.
Setidaknya sebagai edukasi agar masyarakat tidak panik ketika terjadi bencana.
Apalagi di Bantul, pernah terjadi musibah gempa bumi pada tahun 2006 silam.
• Ekspedisi Destana Tsunami dari BNPB Tiba di Kabupaten Bantul
Sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat selalu waspada.
Mengingat gempa bumi merupakan bencana yang tidak dapat diprediksi kapan dan dimana akan terjadi.
"Jadi melalui simulasi ini jika terjadi musibah seperti dulu, biar warga tidak kaget. Walaupun kita tidak minta ada musibah. Namun kita harus waspada dan siaga," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan, penyelenggaraan simulasi bencana gempa bumi bukan pertama kali dilakukan, melainkan sudah yang ke-31 kali.
Kedepan, Dwi berharap desa tangguh bencana (Destana) bisa dibentuk di 75 desa se-Kabupaten Bantul.
Simulasi akan disesuaikan berdasarkan potensi bencana di masing-masing desa.
"Ditargetkan 2023 seluruh Destana (di Bantul) selesai. Selanjutnya, proses pengembangan," terang dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/desa-guwosari-ditetapkan-sebagai-desa-tangguh-bencana.jpg)