Tidur Siang Ternyata Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Tidur siang ternyata bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Selama ini, manfaat tidur siang menjadi perdebatan panas di antara para ilmuwan.

Tidur Siang Ternyata Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung
IST
Ilustrasi tidur 

TRIBUNJOGJA.COM - Tidur siang ternyata bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Hasil studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Heart ini membuat kita memikirkan kembali manfaat dari tidur siang.

Selama ini, manfaat tidur siang menjadi perdebatan panas di antara para ilmuwan. Oleh sebab itu, para peneliti dari University of California, berusaha menemukan jawabannya,

Mereka mengumpulkan data dari 3.000 orang–berusia sekitar 35-70 tahun–kemudian menganalisis hubungan antara frekuensi dan rata-rata durasi tidur siang, serta risiko penyakit kardiovaskular.

Kucing Lucu Ini Bernama Garlic 2.0, Hasil Kloning yang Harganya Mencapai Rp500 Juta

Setelah lima tahun pengumpulan data, hasilnya menunjukkan beberapa fakta menarik.

Pertama-tama, sekitar 58% partisipan tidak tidur siang sama sekali. Namun, mereka yang tidur siang kadang-kadang (sekali atau dua kali dalam seminggu) memiliki penurunan 48% risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke.

Penurunan risiko penyakit jantung di antara orang-orang yang kerap tidur siang tersebut berada di angka tetap meskipun para peneliti telah menambahkan faktor potensial lainnya seperti umur, risiko penyakit, dan waktu tidur di malam hari.

Karena ini merupakan studi observasi, peneliti mengatakan, kita tidak dapat berasumsi bahwa tidur siang secara langsung dapat menyebabkan penurunan risiko penyakit kardiovaskuler.

Meski begitu, hasil penelitian ini menambah informasi baru mengenai manfaat tidur siang bagi kesehatan.

Para peneliti juga mengatakan bahwa mungkin tidak hanya durasi yang berpengaruh, tapi juga frekuensi tidur siang.

"Walaupun masih ada beberapa pertanyaan, tetapi sekarang saatnya untuk mulai mengungkap kekuatan tidur siang bagi kesehatan jantung yang sangat mahal," ungkap para peneliti. (NGI/Gita Laras Widyaningrum)

Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved