Nasional
Terdampak Kabut Asap, Menpar Sarankan Tour de Siak Dibatalkan
Hal ini menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Kalimantan dan Sumatera hingga memunculkan kabut asap pekat.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyarankan pelaksanaan ajang balap sepeda Tour de Siak 2019 diundur atau dibatalkan sama sekali.
Hal ini menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Kalimantan dan Sumatera hingga memunculkan kabut asap pekat.
Menurut Arief, pengunduran atau pembatalan pelaksanaan perhelatan itu perlu dilakukan jika memang kondisinya di lapangan tidak memungkinkan dan perlu diputuskan segera.
Jangan sampai, efek karhutla dan kabut asap itu justru membawa dampak negatif berkepanjangan ke depannya terhadap agenda pariwisata di wilayah tersebut.
• Kabut Asap Ganggu Sejumlah Rute Penerbangan di Yogyakarta
"Seingat kami, menurut teman-teman di Siak, Riau, ini (karhutla dan kabut asap) tidak bagus untuk longterm (jangka panjang). Kalau tidak memungkinkan, sebaiknya dibatalkan atau diundur dalam waktu yang akan dibertahukan selanjutnya,"kata Arief di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo, Rabu (18/9/2019).
Terkait kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimatan dan Sumatera itu, Kementerian Pariwisata dalam hal ini mengambil kebijakan untuk mengurangi intensitas promosi pariwisata setempat.
Ini menjadi prosedur yang harus dijalankan seperti juga kewajiban mengumumkan kepada khalayak wisata terkait adanya kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan.
"Kita harus umumkan bahwa di sana itu terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan. Itu wajib. Dan semua promosi terkait yang terkena, contoh Riau dan sebagainya, kita turunkan,"kata Arief.
Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan itu sedikit banyak juga berpengaruh pada lalu lintas penerbangan pesawat di wilayah terdampak.
Di antaranya untuk rute dari Yogyakarta menuju Samarinda dan Palangkaraya maupun sebaliknya.
Beberapa jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan atau dialihkan ke Balikpapan.
• Kisah Keluarga Nurlela Korban Kabut Asap Pekanbaru, Ogah Pulang karena Batuk dan Pusing
General Manager PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan gangguan kabut asap itu sudah dirasakan sejak Sabtu (14/9/2019).
Akibatnya, di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, tiga maskapai membatalkan atau mengalihkan penerbangannya pada rute Palangkaraya dan Samarinda. Antara lain Batik Air, Express Air, dan Nam Air.
Sedangkan di Bandara YIA hanya Batik Air saja yang melayani penerbangan untuk kedua kota tersebut dan mengalami nasib serupa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kisah-keluarga-korban-asap-pekanbaru-ogah-pulang-karena-batuk-dan-pusing.jpg)