Yogyakarta
BPBD DIY Sebut Dropping Air Masih Aman
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut kebutuhan dropping air masih aman hingga awal musim penghujan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut kebutuhan dropping air masih aman hingga awal musim penghujan.
Hal ini lantaran ada pihak yang berkomitmen membantu meskipun prediksi BMKG awal hujan mundur di bulan November.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswanta menjelaskan, dari rapat koordinasi (Rakor) dengan kabupaten dan kota terkait prediksi BMKG bahwa hujan dimulai dasarian pertama November.
• Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah
"Artinya masih sekitar dua bulan lagi hari tanpa hujan, kebutuhan droping air masih aman yang dipenuhi dari APBD dan pihak-pihak lain yang sudah berkomitmen membantu droping air," ujarnya pada Tribunjogja.com.
Dia menambahkan, kebutuhan air bersih di masing-masing kabupaten/kota masih dapat dicukupi oleh pemerintah dan dibantu oleh pihak swasta.
Sementara, penyaluran air bersih oleh BPBD Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo untuk bulan September dan Oktober masih aman, sedangkan untuk Dinas Sosial kebutuhan air untuk bulan September sampai akhir Oktober belum dianggarkan.
Adapun jumlah dropping air di empat kabupaten DIY yang terdampak bencana kekeringan mencapai sekitar 23.958.000 liter.
• BMKG Perkirakan Awal Musim Hujan Mundur 10-20 Hari
Jumlah tersebut meningkat dari pekan lalu yang mencapai 19.170.000 liter.
Selain meningkat jumlah dropping air, jumlah kecamatan yang terdampak pun telah mencapai 39 dari sebelumnya 30 kecamatan.
Untuk jumlah desa meningkat dari 91 desa menjadi 107 desa.
Menurutnya, kebutuhan air bersih di masing-masing kabupaten/kota masih dapat dicukupi oleh pemerintah dan dibantu oleh pihak swasta.
“Sementara, penyaluran air bersih oleh BPBD Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo untuk bulan September dan Oktober masih aman, sedangkan untuk Dinas Sosial kebutuhan air untuk Bulan September sampai akhir Oktober belum dianggarkan,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-nawungan-ii-bantul-kesulitan-air-bersih-setiap-musim-kemarau.jpg)