Yogyakarta

BMKG Perkirakan Awal Musim Hujan Mundur 10-20 Hari

Stasiun Klimatologi Yogyakarta meminta masyarakat untuk tetap menghemat air selama musim kemarau ini.

BMKG Perkirakan Awal Musim Hujan Mundur 10-20 Hari
ist
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA - Stasiun Klimatologi Yogyakarta meminta masyarakat untuk tetap menghemat air selama musim kemarau ini.

Hal ini karena awal musim penghujan di tahun 2019/2020 diperkirakan mundur 10 hingga 20 hari.

"(Awal musim penghujan) dirakirakan pada bulan November pada umumnya di wilayah DIY. Sementara, pancaroba/peralihan musim berlangsun

Intip Sendang Beji di Gunungkidul yang Tak Pernah Kering Saat Musim Kemarau

g pada bulan Oktober 2019," kata Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta Etik Setyaningrum, kepada Tribunjogja.com, Rabu (18/9/2019).

Dia menjelaskan, masyarakat juga dihimbau untuk mengurangi aktifitas keluar rumah jika tidak terlalu penting.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Selain itu, juga diminta untuk menjaga diri dengan banyak minum agar tidak dehidrasi.

"Yang paling penting juga menghemat air karena periode kemarau. Hindari membakar sampah sembarang tempat untuk menghindari kebakaran, " jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai dampak pancaroba/peralihan musim berupa terjadinya potensi hujan dengan intensitas sedang- lebat terutama sore menjelang malam hari yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang.

Masyarakat khususnya petani juga jangan beranggapan kalau sudah memasuki musim hujan karena di periode pancaroba, hujan belum konsisten perharinya.

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved