Sport

SSP 24th ITTF Asian Table Tennis Championship 2019 : Tim Putri Indonesia Menang Mudah atas Nepal

Tim Putri Indonesia tanpa kesulitan meraih kemenangan 3-0 atas Nepal dalam SSP 24th ITTF Asian Table Tennis Championship 2019.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Aksi tim putri Indonesia, saat menghadapi Nepal di SSP 24th ITTF Asian Table Tennis Championship 2019, di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Selasa (17/9/2019) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tim Putri Indonesia tanpa kesulitan meraih kemenangan 3-0 atas Nepal dalam kejuaraan tenis meja bertajuk SSP 24th ITTF Asian Table Tennis Championship 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada Selasa (17/9/2019) siang.

Siti Aminah yang diturunkan di laga pertama, berhasil membuka keunggulan Indonesia dengan skor telak 3-0 (11-9, 11-5 dan 11-4) atas Shresta Nabita.

Widarahman Novida lantas memperlebar jarak usai membekuk Maharjan Elina, 3-0 (11-4, 11-6 dan 11-4).

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Memasuki partai terakhir, Gading Putri Azhari yang bermain dengan kepercayaan diri tinggi pun tak perlu bersusah payah mencatatkan skor identik 3-0 (11-8, 11-6 dan 11-6) atas lawannya.

Hasil positif tersebut, memastikan kemenangan skuat Garuda.

Dengan torehan ini, Tim Putri Indonesia berhak finish di peringkat ke-19 klasemen akhir.

Namun, headcoach Ersan Sutanto mengakui, capaian ini meleset dari target yang dicanangkan.

Ya, sebelum turnamen, ia berharap anak asuhnya bisa menembus 18 besar.

Tim Putra Indonesia Taklukkan UEA di SSP 24th ITTF Asian Table Tennis Championship 2019

"Masih jauh dari target, mesti banyak perbaikan dan latihan lagi. Memang, dari pengurus pusat tidak ada target apa-apa, tapi kami inginnya anak-anak bisa paling tidak finish di atas setengah ya," katanya saat dijumpai Tribunjogja.com usai pertandingan.

Namun, ia menyadari, dengan menurunkan pemain belia, yang masih berusia berkisar belasan tahun, hasil ini bisa dibilang sudah cukup impresif.

Apalagi, lawan-lawan yang dihadapi, sebagian besar menurunkan para petenis meja senior andalannya.

Terlebih, sejak babak penyisihan, tim besutannya pun langsung tergabung di grup neraka bersama Malaysia, serta Filipina, yang menurunkan atlet berpengalaman.

Hal tersebut, tentu berbanding terbalik dengan pasukannya, yang minim jam terbang.

Indonesia Takluk di Partai Pembuka SSP 24th ITTF Asian Table Tennis Championship 2019

"Semua perlu dibenahi, teknik, fisik dan pengalaman. Karena mereka ini masih muda sekali ya, usianya rata-rata 13-15 tahun. Mereka punya potensi, tapi butuh waktu yang tidak sebentar untuk menggenjotnya, sampai performa puncak," ucapnya.

Oleh sebab itu, Ersan berharap, Widarahman Novida dan kawan-kawan bisa memetik pelajaran berharga dari ajang antar negara-negara di kawasan Asia ini.

Terlebih, mereka sudah disiapkan sebagai calon penerus skuat inti Timnas Indonesia.

"Ya, setelah kejuaraan ini mungkin mereka langsung disiapkan untuk SEA Games 2019. Tapi, kemungkinan masih diturunkan di sektor ganda, bukan di nomor perorangan," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved