Yogyakarta
BPBD DIY Sebut Pembuatan Sumur Bor Jadi Solusi Jangka Panjang Kekurangan Air di Yogyakarta
Langkah untuk mengatasi kekurangan air di wilayah kekeringan hidrologis adalah dengan pendayagunaan air tanah.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRBUNJOGJA.COM, YOGYA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebutkan, langkah untuk mengatasi kekurangan air di wilayah kekeringan hidrologis adalah dengan pendayagunaan air tanah.
Satu dari beberapa langkah taktisnya adalah dengan pembuatan sumur bor dan tidak melalui dropping air.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/9/2019).
Biwara menjelaskan, ada beberapa poin penting sesuai dengan hasil rapat koordinasi (Rakor) penanganan kekeringan yang dilaksanakan Senin (16/9/2019) lalu.
• Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah
“Dinas PU ESDM menyampaikan bahwa untuk mengatasi kekurangan air di wilayah kekeringan hidrologis, maka dilakukan pendayagunaan air tanah. Yakni, melalui pengeboran tidak melalui droping,” jelasnya pada Tribunjogja.com.
Sementara itu, upaya penanganan masalah sampai akhir tahun 2018 telah dilakukan.
Hal ini dengan pembangunan sebanyak 175 sumur bor di daerah sulit air dengan rincian 100 unit dibangun oleh Kementrian ESDM dan 75 unit dibangun oleh Pemda DIY.
“Pembuatan sumur bor dengan tujuan untuk mengurangi jumlah dusun yang mengalami sulit air dan tidak bertambahnya jumlah dusun daerah sulit air baru. Selain itu, catatan lainnya adalah dilakukan melalui pelaksanaan program atau kegiatan perlindungan dan pelestarian air tanah,” paparnya.
• Kulon Progo Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan
Dia mengatakan, hasil interpretasi pembacaan logging sumur bor di kawasan sulit air di Dusun Pathuk adalah pengeboran dilakukan sampai kedalaman 125 meter, pengambilan air tanah mulai pada kedalaman 60 meter.
Sementara, debit air tanah yang diambil 13 liter/detik.
“Hasil identifikasi daerah sulit air di DIY harus mengambil air dari sumur bawah tanah,” urainya.
Biwara juga menambahkan, beberapa langkah jangka panjang yang akan diterapkan oleh BPBD DIY dan Kabupaten atau Kota adalah kampanye dan sosialisasi budaya hemat air serta kampanye dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat.
• Krisis Air Bersih, Kulon Progo Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan
Untuk beberapa BPBD Kabupaten, misalnya di Gunungkidul akan mencari titik air dan melaksanakan pengeboran sumur dalam dengan pompanisasi maupun dengan gravitasi, dan sumur artesis.
BPBD Kulonprogo bersama stakeholder Kulonprogo juga merencanakan pengeboran sumur air dalam yang memiliki banyak potensi debit airnya.
Pemda Sleman, kata dia, juga akan mencari dan membuat sumur bor di Prambanan untuk mencukupi kebutuhan air bersih saat musim kemarau hari panjang tanpa hujan.
Untuk BPBD Bantul meminta bantuan ke BNPB dalam mengatasi kekeringan di Kabupaten Bantul. (*)