Kota Yogya

Pemkot Yogya Lakukan Kerjasama dengan MTCC

Hal ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kontrol penggunaan tembakau di lingkungan Kota Yogya.

Pemkot Yogya Lakukan Kerjasama dengan MTCC
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat menandatangani perjanjian kerjasama dengan Muhammadiyah Tobbacco Control Center (MTCC) UMY terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Senin (16/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penegakan Perda nomor 1 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peresmian Satuan Tugas (Satgas) KTR Kota Yogyakarta, di Grha Pandawa Kompleks Balaikota Yogyakarta, Senin (16/9/2019).

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan hal ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kontrol penggunaan tembakau melalui penandatanganan perjanjian kerja antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Muhammadiyah Tobbacco Control Center (MTCC) UMY.

"Momentum ini merupakan tindak lanjut dari beberapa kali pertemuan, rapat, koordinasi maupun pembicaraan-pembicaraan intensif guna menyamakan tujuan membangun masyarakat Yogyakarta sehat dengan penggunaan tembakau yang terkontrol," ujarnya.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Haryadi mengatakan pembangunan di bidang kesehatan merupakan salah satu kunci untuk menuju ke arah tersebut.

Tidak akan berhasil apabila bangsa tersebut hanya berorientasi dalam pembangunan ekonomi maupun infrastruktur tanpa menjadikan pembangunan kesehatan sebagai satu dari beberapa point penting pembangunan.

"Karena di point inilah SDM berkualitas akan dicetak. Intelektual manusia yang berkualitas, tingkat ekonomi yang bagus, dengan didukung infrastruktur memadai namun kondisi masyarakat yang mudah terpapar penyakit tidak akan mampu menjadi manusia yang produktif. Alhasil semua itu bisa dipastikan akan membawa suatu bangsa semakin jauh dari harapan untuk bersaing di era global," urainya.

Efek rokok terhadap kesehatan, lanjutnya, memang tidak akan muncul dalam satu dua bulan melainkan akan muncul bertahun-tahun kemudian.

Harga Rokok 2020 : Siap-siap Tahun Depan Harga Rokok Naik, Ini Alasannya

"Pemerintah Kota Yogyakarta menyadari sepenuhnya bahaya merokok terhadap kesehatan terutama bagi anak-anak atau generasi muda karena mereka inilah generasi yang akan membawa nasib bangsa ini di masa depan," ungkapnya.

Wujud komitmen nyata Pemerintah Kota Yogyakarta, tambahnya, untuk melindungi warganya dari jerat rokok senantiasa diupayakan dengan melibatkan berbagai instansi dan berbagai elemen masyarakat.

Beberapa diantaranya adalah deklarasi kawasan tanpa asap rokok di wilayah, diterbitkannya Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No.2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan berbagai kegiatan edukatif lainnya termasuk penandatanganan kesepakatan tersebut.

"Saya berharap, apa yang sudah tertuang dalam kesepakatan ini dapat kita pahami dan kita laksanakan dengan penuh komitmen, sehingga MoU ini bukan hanya menjadi macan kertas namun implementasinya kita laksanakan bersama secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab," pungkasnya.(*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved