Yogyakarta

Pemda DIY Terus Siapkan Kajian dan Dokumen untuk KEK Wisata

Pemda DIY menyebutkan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wisata masih menunggu keputusan Presiden.

Pemda DIY Terus Siapkan Kajian dan Dokumen untuk KEK Wisata
Ist
Logo Pemda DIY 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Daerah (Pemda)  DIY menyebutkan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  wisata masih menunggu keputusan Presiden.

Pihak Pemda DIY sejauh ini menyiapkan kajian dan juga dokumen terkait dengan KEK wisata ini.  

"KEK ini tergantung dari Keppres,  jadi kalau sudah turun bisa dilaksanakan tahapan selanjutnya," ujar Sekda DIY,  Gatot Saptadi saat ditemui Tribunjogja.com baru-baru ini. 

Dia menjelaskan, jika KEK wisata ini bisa ditetapkan maka efek multi sektornya akan terasa di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Namun, dia menjelaskan, untuk saat ini, deliniasi kawasan KEK ini pun masih belum jelas.  

"Bagaimana deliniasi untuk kawasan khusus wisata ini belum disepakati.  Kalau sudah sepakat,  apa yang bisa kami lakukan adalah membuat aturan main, pembebasan lahan, masterplan, blokplan ditata," ujarnya. 

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo menjelaskan, perencanaan KEK ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

Jika semua sudah terpenuhi, maka investor bisa segera masuk. 

Beberapa dokumen yang akan diselesaikan sejumlah persoalan seperti studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Pemda DIY Terima Penghargaan HWPA

Beberapa investor yang mulai melamar untuk pengembangan KEK ini pun masih berorientasi pada master plan dan beberapa teknis lainnya.

“Sudah banyak investor lokal dan asing yang mendaftar masuk untuk pengembangan KEK wisata. Mereka (investor) mau bangun di Bantul. Kami minta sabar sambil menunggu proses, kalau KEK wisata jadi silakan masuk karena untuk mengembangkan wisata-wisata,” paparnya.

Perlunya investor dalam pengembangan KEK ini, ujar Budi karena APBD yang dimiliki hanya berkisar di angka 16,08 persen dan diperkirakan tidak akan cukup untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Hal ini berlaku juga untuk pengembangan aerotropolis kawasan bandara YIA.

“Mana mungkin APBD atau Danais kuat untuk membiayai,” paparnya. (*) 

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved