Kota Yogyakarta

Kurangi Sampah dengan Gunakan Kantong Nabati Bebas Plastik

kantong nabati memiliki komponen utamanya adalah tepung singkong dan juga bisa menggunakan tepung jagung.

Kurangi Sampah dengan Gunakan Kantong Nabati Bebas Plastik
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Demonstrasi kantong nabati dengan cara dibakar, dilarutkan, dan disetrika untuk tahu kandungannya tanpa bahan plastik. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu di antara upaya untuk menekan jumlah sampah adalah dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Produsen pati nabati yang merupakan bahan baku pembuatan kantong nabati pengganti plastik, Agit Kunto Yuwono menjelaskan bahwa kantong nabati memiliki komponen utamanya adalah tepung singkong dan juga bisa menggunakan tepung jagung.

"Pati kami campur polimer yang dibuat dari minyak sawit dan arang jadi polifenil alkohol. Saya tambahi pewarna organik, gliserin agar tidak lengket. Jadi secara keseluruhan bahannya bio material. Tidak ada kandungan plastik," ujarnya saat Workshop Adipura, Kamis (12/9/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Efek pemakaiannya, Agit mengatakan bahwa kantong nabati tidak mengandung benda beracun alias no toxin dan ketika termakan oleh hewan maka tercerna sempurna dan tidak meracuni.

"Berbeda dengan plastik yang kalau termakan ikan maka tidak bisa tercerna," ucapnya.

Ia mengatakan, kantong nabati yang sudah tidak dipakai bisa dibuang dengan berbagai cara.

Mulai dengan mencampurkan dengan larutkan air panas lalu dibuang ke biopori, atau untuk bungkus sampah kering dan dalam waktu 3-6 bulan terurai menjadi kompos.

"Saat ini penggunanya adalah pasar retail modern, hotel, resto, cafe, rumah sakit, pasar dan ini hanya cocok untuk barang kering dan tidak cocok untuk basah. Tapi tahan panas," ujarnya.

Sampah Plastik di Sleman Tercatat Capai Hampir 200 Ribu Kilogram Per Hari Selama 2018

Agit menambahkan, pihaknya menyasar pabrik yang saat ini memproduksi plastik.

Saat ini sudah ada delapan pabrik plastik di Indonesia yang sudah beralih memproduksi kantong nabati.

Pihaknya menargetkan, tahin depan terdapat 20 pabrik plastik lagi yang beralih ke kantong nabati.

"Ini karena mereka terikat peraturan pemerintah yang melarang penggunaan plastik. Saat ini kami juga sedang mengembangkan produk ini agar bisa tahan air nantinya," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agit juga mendemonstrasikan bahwa kantong nabati sama sekali bebas dari kandungan plastik.

Hal tersebut diuji dengan cara membakar, menyelupkan dalam air panas, serta menyetrika kantong nabati dan dibandingkan dengan perlakuan yang sama terhadap kantong plastik. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved