Viral Motor 'Nyangkut' di Rerimbunan Bambu di Maguwoharjo, Kesaksian Warga : Di Situ Memang Angker
Viral postingan di jejaring sosial facebook tentang motor yang masuk ke dalam rerimbunan dan tersangkut di pohon bambu
Penulis: Andreas Desca | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Andreas Desca Budi Gunawan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebuah postingan di jejaring sosial facebook tentang motor yang masuk ke dalam rerimbunan dan tersangkut di pohon bambu, viral di jagat maya.
Pada postingan itu disebutkan peristiwa itu terjadi di kawasan Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada keterangan foto yang diposting di grup media sosial itu, dituliskan "Motor temangsang nang pring, TKP Kidul Stadion Maguwoharjo tadi pagi jam 5. Jare dinunuti lelembut, jare korban koyo mabur tau tau temangsang pring, mhn klarifikasinya ya lur' (Motor tersangkut di pohon bambu, TKP Selatan Stadion Maguwoharjo tadi pagi jam 5, katanya ditumpangi makhluk halus, katanya korban seperti terbang, tiba-tiba tersangkut di bambu, mohon klarifikasinya ya saudara)."

Saat Tribunjogja.com menyambangi lokasi tersebut, suasana dan udara di sekitar lokasi terasa menyegarkan.
Semilir angin sepoi dibarengi dengan gemericik air sungai menjadikan lokasi ini terasanya sangat nyaman.
Setelah tribunjogja.com mengitari lokasi kejadian, ternyata lokasinya terbilang cukup menyeramkan.
Pohon Bambu tersebut letaknya di bawah tebing yang curam, dan dalamnya sekitar 7-10 meter.
Lebih tidak masuk akalnya lagi, dengan ketinggian ini, korban tidak mengalami luka serius dan ditemukan sedang tertidur pulas di semak-semak.
• Sepeda Motor Nyangkut di Kebun Bambu di Maguwoharjo, Ini Kesaksian Warga
• Viral Foto Motor Masuk Rerimbun Bambu di Maguwo Yogyakarta, Ternyata Ini yang Terjadi
Menurut kesaksian warga sekitar lokasi, Sugito (50), kawasan itu memang dikenal sebagai daerah yang cukup angker.
"Daerah itu memang angker, di sebelah lokasi kejadian bahkan Ada rumah mewah yang kosong. Ada kolam renangnya, di bawahnya pun ada sungai," jelasnya.
Selain itu, tambah Sugito, di seberang lokasi terdapat sebuah situs Candi.
"Di seberang lokasi, tepatnya seberang sungai Ada sebuah Candi. Namanya Candi Gebang," tuturnya.
Seorang warga lainnya, Amaludin (78) yang sudah puluhan tahun tinggal di sekitar lokasi menuturkan bahwa dirinya pun tidak berani blusukan ke area tersebut.