Kulon Progo

Satlantas Kulon Progo Salurkan 64 Ribu Liter Air untuk Warga di Lereng Menoreh

Total ada 64.000 liter air bersih yang disalurkan untuk wilayah Kecamatan Girimulyo dan Kokap.

Satlantas Kulon Progo Salurkan 64 Ribu Liter Air untuk Warga di Lereng Menoreh
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Satlantas Polres Kulon Progo menyalurkan ribuan liter air bersih untuk membantu warga Girimulyo dan Kokap yang tengah mengalami krisis air bersih. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kulon Progo turut ambil bagian dalam penanganan bencana kekeringan di sejumlah titik wilayah di kabupaten tersebut.

Korps Bhayangkara ini mengirimkan bantuan ribuan liter air bersih untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih, Selasa (10/9/2019).

Kepala Satlantas Polres Kulon Progo, AKP Maryanto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka peringatan HUT ke-64 Korps Bhayangkara Lalu Lintas dekaligus menjadi bentuk kepedulian pihaknya terhadap kondisi krisis air yang tengah dihadapi masyarakat saat musim kemarau melanda sekarang ini.

Total ada 64.000 liter air bersih yang disalurkan untuk wilayah Kecamatan Girimulyo dan Kokap.

"Kami berusaha menyentuh masyarakat yang membutuhkan air bersih karena saat ini banyak sekali yang kesulitan mendapatkannya ketika musim kemarau," jelas Maryanto pada Tribunjogja.com.

Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap.

Pada hari itu, bantuan disalurkan untuk masyarakat Pedukuhan Bulu dan Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo sebanyak 33.000 liter.

Diangkut menggunakan 6 truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter dan tiga kendaraan dobel kabin milik Satlantas berkapasitas masing-masing 1.000 liter.

Pengiriman air bersih akan dilanjutkan pada pekan depan untuk warga di Kecamatan Kokap sejumlah 31.000 liter.

Sejumlah kecamatan di Perbukitan Menoreh wilayah Kulon Progo selama ini memang menjadi area langganan krisis air bersih ketika musim kemarau tiba.

Selain Kokap dan Girimulyo, wilayah kecamatan lain yang juga mengalami krisis air bersih adalah Kalibawang, Samigaluh, Pengasih, serta Panjatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mencatat, hingga awal September ini sudah ada 97 wilayah pedukuhan di 24 desa dari keenam kecamatan tersebut yang sudah mengalami krisis air bersih dan telah mengajukan permohonan penyaluran bantuan air bersih.

"Ada 7.846 warga yang terdampak kemarau dan krisis air bersih ini. Sumber air yang biasa digunakan warga sudah semakin berkurang debitnya dan bahkan mengering. Permintaan bantuan mungkin akan terus bertambah karena musim kemarau sesuai prakiraan BMKG masih akan berlangsung hingga November,"jelas Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo, Suhardiyana.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved