Serangan 11 September : Misteri Menara Ketiga yang Ambruk Setelah Menara Kembar WTC Hancur
Pada tanggal 11 September 2001, sebanyak 2996 orang tewas terbunuh dalam salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Serangan 11 September : Misteri Menara Ketiga yang Ambruk Setelah Menara Kembar WTC Hancur
TRIBUNJOGJA.COM - Pada tanggal 11 September 2001, sebanyak 2996 orang tewas terbunuh dalam salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat yang dikenal dengan serangan 9/11.
Pada pukul 08.45 pagi, pesawat Boeing 767 yang dibajak menghantam menara utara World Trade Center (WTC) di Kota New York. Pesawat itu membawa sekitar 20 ribu galon bahan bakar dan menabrak lantai 80 WTC.
18 menit berselang, pesawat Beoing 767 yang merupakan pesawat United Airlines 175 menabrak lagi menara selatan WTC dan menghantam lantai 60.
Kurang dari dua jam setelah tabrakan pertama, yakni pada 09.59 pagi, menara selatan ambruk dalam waktu hanya 10 detik. 29 menit kemudian, menara selatan juga ambruk, tepat pada 102 menit setelah ditabrak pesawat.
Selain kedua menara kembar itu, ada satu menara lagi yang kemudian menjadi pembahasan para peminat teori konspirasi.
Menara ketiga yang disebut sebagai Tower Seven (WTC7) ini ambruk, padahal menara ini tak ditabrak oleh pesawat sebelumnya.
Adapun menara setinggi 47 lantai ini berada 110 meter dari menara kembar World Trade Center.
• Tangga Para Korban, Saksi Bisu Tragedi Kelam WTC 11 September
Menara ini ambruk 7 jam setelah kedua menara kembar WTC luluh lantak.
Temuan terbaru para peneliti akhirnya bisa menjawab misteri ini.
Para peneliti membantah klaim pemerintah yang mengatakan bahwa menara 7 ambruk karena kebakaran hebat.
• Dokumen Rahasia Ungkap Keterlibatan Arab Saudi dalam Serangan Gedung WTC
Peneliti yang terdiri atas Dr Leroy Hulsey, Dr Zhili Quan dan Profesor Feng Xiao menegaskan gedung 7 WTC bukan ambruk karena kebakaran.
Kesimpulan ini diperoleh setelah mereka melakukan serangkaian penelitian selama empat tahun di Universitas Alaska dengan menggunakan pemodelan komputer.
"Kesimpulan kami bahwa gedung 7 ambruk karena kegagalan struktural di hampir semua kolom gedung," demikian laporan itu.
Sementara itu, seorang ahli teori konspirasi terkemuka Robert Korol, seorang profesor teknik sipil dan penulis bersama kelompok Architects & Engineers, mengklaim bahwa gedung tersebut ambruk disebabkan karena 'penghancuran terkendali' alias penghancuran yang dilakukan secara sengaja dengan perhitungan yang presisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menara-kembar-world-trade-center-11-september-2001.jpg)