Kisah 4 Polwan Pertama yang Berani Teken Kontrak Mati, Masuk Gegana Brimob saat Usia Masih 20an

Wanita pertama yang masuk Brimob kala itu beranggotakan empat polwan dan ditempatkan di pasukan Gegana.

Kisah 4 Polwan Pertama yang Berani Teken Kontrak Mati, Masuk Gegana Brimob saat Usia Masih 20an
Istimewa via Harian Kompas via kompas.com
Empat Polwan Gegana Brimob ini, merupakan yang pertama di Indonesia 

Kisah 4 Polwan Pertama yang Berani Teken Kontrak Mati, Masuk Gegana Brimob saat Usia Masih 20an

Gegana Brimob, pasukan khusus Polri yang menangani kejahatan dengan tingkat bahaya tinggi sering dikaitkan dengan profesi kaum laki-laki.

Pasukan yang dibentuk pada 1974 ini baru menempatkan seorang polisi wanita (polwan) pada tahun 1990, atau 17 tahun setelah pasukan itu berdiri.

Wanita pertama yang masuk Brimob kala itu beranggotakan empat polwan dan ditempatkan di pasukan Gegana.

Saat memasuki Gegana, mereka masih berusia 20 tahunan.

Keempat wanita gagah berani itu adalah Ina Rochmatin (22), Atanasia Tri Basuki (21), Serda Sayekti (20) dan Reny Irawati (20). 

Sebagai wanita, tentu saja menjadi anggota Gegana Brimob tidak mudah. Sebab latihan fisik dan tantangan lainnya pun lebih berat dari kepolisian pada umumnya.

Apalagi Gegana Brimob ditugaskan untuk berurusan dengan bom, radio aktif, bahan kimia dan perlawanan teror.

Pengakuan Miftaqul Rohmah Auto Goyang Santuy Saat Tonton Karnaval, Videonya Viral

Provokasi Lewat Medsos dari Luar Negeri Veronica Jadi Tersangka Kerusuhan Asrama Papua Surabaya

"Kalau sudah masuk Brimob, hidup mati kami hanya untuk Brimob. Kami memang sudah teken kontrak mati," kata Ina Rochmatin yang saat itu berpangkat Sersan Dua seperti dikutip dalam Harian Kompas edisi 1 September 1991 di artikel "Empat Polwan Brimob Pertama Di Indonesia: "Kami Sudah Teken Kontrak Mati".

Ina dan ketiga rekannya mengikuti pendidikan dasar bintara Brimob Jawa Timur dengan rutinitas 60 persen latihan di lapangan.

Pendidikan lapangan itu berupa halang rintang lanjutan (merayap, melompat jurang), lintas alam (mendaki gunung, melewati sungai dan gua), 

Halaman
123
Editor: ose
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved