Kota Yogya

125 Kendaraan Tak lolos Uji Emisi di Kota Yogya

Lebih dari seribu kendaraan mengikuti uji emisi yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

125 Kendaraan Tak lolos Uji Emisi di Kota Yogya
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Uji emisi yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dalam Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) di Museum Perjuangan, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lebih dari seribu kendaraan mengikuti uji emisi yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

Uji emisi tersebut dilakukan dalam Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP).

Kepala Seksi Penaatan dan Pemantauan Lingkungan DLH Kota Yogyakarta, Intan Dewani mengatakan uji emisi dilakukan selama tiga hari di tempat yang berbeda.

Lokasi pertama adalah Gedung Pamungkas, kemudian Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), dan terakhir Museum Perjuangan.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Menurut data sementara DLH Kota Yogyakarta, selama tiga hari uji emisi, ada 820 kendaraan dengan bahan bakar bensin, 37 diantaranya tidaklolos uji emisi.

Sementara kendaraan berbahan bakar solar terdapat 313 kendaraan, 89 diantaranya tidak lolos uji emisi.

Untuk kendaraan dengan bahan bakar bensin, jika tahun pembuatan kurang dari 2017, maka konsentrasi HC tidak boleh lebih dari 1.200 ppm dan 4,5 % CO.

Jika kendaraan lebih dari sama dengan 2017, maka konsentrasi HC tidak boleh lebih dari 200 ppm dan CO 1,5 %.

Sementara kendaraan dengan bahan bakar solar, tahun pembuatan kurang dari 2010 opasitas tidak boleh lebih dari 70 %, sedangkan tahun pembuatan lebih dari sama dengan 2010 tidak boleh lebih dari 40 %.

Tak Lolos Uji Emisi, DLH Kota Yogya Sarankan Pemilik Harus Rutin Servis Kendaraan

"Dari uji emisi ini mobil bagus ternyata juga ada lho yang tidak lolos uji emisi. Mobil bagus atau tidak memang tidak bisa jadi tolok ukur. Kalau bensin tidak kelihatan, memang harus uji emisi. Tetapi kalau solar, sudah asapnya hitam pekat, itu 90 persen tidak lolos. Kalau cuma ngepul saja belum tentu tidak lolos juga," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (5/9/2019).

Sementara itu, seorang pengendara yang ikut uji emisi, Suroto (45) tidak tahu bahwa kendaraanya juga menyumbang polusi udara.

Selama ini mobilnya hanya digunakan untuk mengangkut sayur saja, jarak tempuh juga tidak jauh.

Namun karena tidak servis secara rutin, akhirnya mobilnya tidak lolos uji emisi.

"Saya pikir ya cuma dekat-dekat, cuma ngantar sayur, jadi memang jarang servis. Ternyata mobil saya tidak lolos uji emisi. Tidak dihukum, hanya diminta rutin servis saja," tambahnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved