Kota Yogya

Tak Lolos Uji Emisi, DLH Kota Yogya Sarankan Pemilik Harus Rutin Servis Kendaraan

Satu di antara yang mempengaruhi kendaraan tidak lolos uji emisi adalah kendaraan tersebut jarang diservis.

Tak Lolos Uji Emisi, DLH Kota Yogya Sarankan Pemilik Harus Rutin Servis Kendaraan
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta melakukan uji emisi gratis dalam rangka Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) di Balai Pamungkas Yogyakarta, Selasa (3/9/2019).

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasi Penaatan dan Pemantauan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Intan Dewani mengatakan hasil uji emisi kendaraan di Kota Yogyakarya baik.

Hal itu dibuktikan dengan sedikitnya kendaraan yang tidak lolos uji emisi.

Pada tahun 2018, dari 1.500 yang melakukan uji emisi, hanya lima persen kendaraan yang tidak lolos.

Dengan demikian, 95 persen kendaraan lolos uji emisi.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Tahun ini pun ia memprediksi, hanya sedikit kendaraan yang tidak lolos uji emisi.

"Sedikit yang tidak lolos, mungkin juga dipengaruhi tahun pembuatan mobil yang tergolong baru. Sekarang kan mobil-mobil di Kota Yogyakarta banyak yang baru," katanya saat ditemui di sela uji emisi di Balai Pamungkas, Selasa (3/9/2019).

Intan menjelaskan bahwa satu di antara yang mempengaruhi kendaraan tidak lolos uji emisi adalah kendaraan tersebut jarang diservis.

Ketika kendaraan jarang diservis, maka pembakaran yang terjadi tidak baik.

Gas buang dari kendaraan yang tidak lolos uji emisi juga menyumbang polusi udara yang ada di Kota Yogyakarta.

Lakukan Uji Emisi, DLH Kota Yogya Targetkan Uji 2000 Kendaraan

Tidak hanya berdampak pada lingkungan,tetapi juga pada kesehatan manusia.

"Ya servis itu memang penting, tentu untuk mengetahui kendaraan yang kita kendarai dalam kondisi baik. Bagi kendaraan yang belum lolos ujiemisi, ya kita sarankan untukcek ke bengkes, karena memang harus rutin diservis, tidak ada sanksi lain, tidak ditilang juga," jelasnya.

Melalui uji emisi tersebut, pihaknya ingin agar masyarakat juga ikut menjaga kualitas udara di Kota Yogyakarta.

Sebab di daerah perkotaan tanpa pabrik seperti Yogyakarta ini, polusi terbesar berasal darialat transportasi. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved