Bisnis
Jumlah Wirausaha Masih 2%, Kemenperin Dorong UMKM Baru dan Inovatif Lewat Program Innovating Jogja
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerjasama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta menggelar Innovating Jogja.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerjasama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta menggelar Innovating Jogja.
Tujuannya untuk menghasilkan startup kerajinan dan batik di Yogyakarta yang inovatif menggunakan fungsi alih teknologi dan inkubasi hasil-hasil litbang yang dilaksanakan oleh BBKB Yogyakarta.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenperin DR Ir Ngakan Timur Antara mengatakan pihaknya saat ini memang tengah menggenjot lahirnya wirausaha baru, termasuk sektor kerajinan dan batik.
"Karena apa, Industri Kecil Menengah (IKM) pada sektor tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan nasional," katanya saat meninjau lokasi BBKB Yogyakarta, Rabu (4/9/2019).
• Sukses Berkembang, Amartha Kunjungi UMKM Mitra
Oleh karenanya, guna melahirkan wirausaha baru tersebut pemerintah bertugas memfasilitasi agar tujuan tersebut bisa tercapai.
Kemenperin mengambil tugas tersebut dengan menyelenggarakan Innovating Jogja yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016.
Dikatakan Ngakan, saat ini jumlah wirausaha di Indonesia masih berada di kisaran 2 persen.
Angka ini masih kalah dengan negara tetangga yang sudah mencapai 3-4 persen.
"Secara nyata, kegiatan Innovating telah dapat menumbuhkan wirausaha baru dan sebagai rumah bagi pengembangan bisnis," tambahnya.
Pada tanggal 26 Juli 2019 BBKB telah mengumumkan 10 peserta incubatee melalui tahap inkubasi Innovating Jogja.
• Kemenperin Apresiasi Desainer Lewat Indonesia Good Design Selection 2019
Peserta yang terpilih sebagai incubatee Innovating Jogja adalah Adam Amrullah (Naray), Bayu Ratna Dini (Diby Leather), Elsana Bekti Nugroho (Arane), Galuh Irawati Kusumaningrum (RaMundi Batik), Gilang Cahyono Adji (Valey), Hasan Agus Wiratomo (Modust Art and Craft), Iswanto (Giowari Putra Craft), Matius Indarto (Prajan Eco), Miftahudin Nur Ihsan (Smart Batik) dan Usnul Khotimah (Djad Batik).
"Para pemenang Innovating Jogja ini mendapatkan penghargaan berupa pendampingan teknis dan manajemen, monitoring usaha," tambahnya.
Selain itu juga mendapat fasilitas produksi sebesar Rp 20 juta rupiah dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Indusri Agro, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustian.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-badan-penelitian-dan-pengembangan-kemenperin-dr-ir-ngakan-timur-antara.jpg)