Bisnis
Sukses Berkembang, Amartha Kunjungi UMKM Mitra
Layanan pinjaman online Amartha mengunjungi sejumlah mitranya yang berupa usaha mikro dan kecil yang menjadi nasabahnya di daerah Klaten, Jawa Tengah,
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Layanan pinjaman online Amartha mengunjungi sejumlah mitranya yang berupa usaha mikro dan kecil yang menjadi nasabahnya di daerah Klaten, Jawa Tengah, Rabu (28/8/2019).
Sebanyak tiga lokasi menjadi tujuan kunjungan. Ketiganya merupakan UMKM yang sukses berkembang usai mendapat pendanaan modal dari Amartha.
Yang pertama ialah Sri Wahyuni warga Ceper Klaten yang sukses mengembangkan usaha kerajinan tali.
• Amartha Fintek Resmi Kantongi Izin Usaha OJK
Perempuan dengan dua anak ini menjadi mitra Amartha sejak 2014 lalu dengan pinjaman modal sebesar Rp 2 juta.
Hingga kini di tahun kelimanya, ia berhasil mengembangkan usahanya dengan omzet mencapai puluhan juta per bulannya.
Dari keuntungannya ini, Sri dan pasangannya ia gunakan untuk membiayai pendidikan sekolah anaknya dan mengembangkan usahanya di bidang kerajinan pipa paralon dan rel gordyn.
Selain Sri, ada juga Pariyah warga Randusari Prambanan yang berhasil membuat usaha pembuatan keripik dan stik yang terbuat dari buah sukun.
Bergabung menjadi mitra Amartha sejak tiga tahun lalu, Pariyah sukses mengubah bisnisnya dari sebatas mengirim sukun mentah menjadi panganan khas yang banyak diminati.
• Amartha Fintek Bantu Kurangi Penduduk Miskin di Pedesaan
Hasil olahannya sukses menembus pasar ekspor yaitu Jepang.
Hingga kini produksi per hari bisa mencapai 1-2,5 kuintal keripik dan stik sukun dengan nominal mencapai Rp 3,5-8,5 Juta per harinya.
Pariyah juga sukses memberdayakan saudara dan tetangga sekitar dengan menjadi karyawannya sejumlah 12 orang.
Selain itu ada pula Titik Supartina warga Prambanan yang berhasil memberdayakan warga sekitarnya dengan memberikan edukasi tentang pembuatan batik tulis modern dan tradisional.
Dengan modal pinjaman awal sebesar Rp 1 Juta, Titik berhasil mengembangkan kemampuan perempuan sekitarnya dengan memberikan upah sekitar Rp 200-400ribu per lembar kain batik yang dihasilkan.
Kini batik ciptaannya telah banyak dipasarkan baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.
Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha menuturkan tiga UMKM ini merupakan beberapa contoh sukses mitra Amartha yang berhasil memanfaatkan peminjaman dana dengan mengembangkan usaha bersama lingkungan sekitarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sri-wahyuni-kiri-pengrajin-tali-asal-klaten-sekaligus-mitra-amartha-bersama-aria-widyanto.jpg)