Kota Yogya

Polresta Yogya Catat 260 Pelanggaran Lalu Lintas per Hari di Yogyakarta

Dengan operasi patuh progo 2019, diharapkan setelah mendapat penindakan, masyarakat menjadi patuh pada aturan lalu lintas.

Polresta Yogya Catat 260 Pelanggaran Lalu Lintas per Hari di Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, Kompol Yugi Bayu saat memberikan keterangan pada awak media usai operasi patuh Progo di AbuBakar Ali, Selasa (3/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta mencatat rata-rata 260 pelanggaran lalu lintas per hari.

Hal itu disampaikan oleh Kasatlantas Polresta Yogyakarta, Kompol Yugi Bayu.

Dalam melakukan operasi patuh progo 2019, pihaknya memiliki beberapa target operasi.

Lokasi yang menjadi target operasi adalah Tugu Pal Putih, Jalan Mangkubumi ke selatan, Jalan Malioboro, dan sirip-sirip Malioboro.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Selain itu, Polsek jajaran juga diminta untuk melakukan kegiatan imbangan.

Dalam melakukan operasi patuh, ada delapan prioritas yang perlu dicermati. Delapan prioritas selama operasi patuh 2019 adalah tidak tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan safety belt, kendaraan roda empat yang melebihi batas kecepatan, menggunakan gawai saat berkendara, melawan arus, mengemudi dalam pengaruh alkohol, pengemudi di bawah umur, dan menyalakan lampu ratator atau Strobo.

"Mayoritas pelanggarannya adalah melawan arus. Itu pelanggaran kasat mata, terutama di sirip-sirip Malioboro.Kita tahu bahwa Kota Yogyakarta ini lalu lintasnya padat, cukup banyak jalan searah, kalau orang tidak sabaran, cenderung melanggar rambu lalu lintas," katanya pada Tribunjogja.com usai operasi patuh di TKP Abu Bakar Ali, Selasa (3/9/2019).

Meski selektif prioritas, namun pihaknya tidak segan untuk melakukan penindakan.

4 Hari Operasi Patuh Progo Catat 927 Pelanggaran Pelajar

Ia menyebutkan, bahwa penindakan mendapat porsi lebih banyak, yaitu 60 persen.

Sementara 40 persen lainnya merupakan upaya-upaya pencegahan.

Ia menjelaskan kecelakaan lalu lintas terjadi karena adanya pelanggaran.

Untuk itu perlu ada penertiban.

Dengan operasi patuh progo 2019, diharapkan setelah mendapat penindakan, masyarakat menjadi patuh pada aturan lalu lintas.

"Kami punya delapan prioritas, kalau melanggar ya ditindak. Kami sudah melakukan upaya-upaya pencegahan, melalui sosialisasi dan spanduk-spanduk yang dipasang. Tentu kalau sudah ada sosialisasi tapi melanggar, ya ditindak," jelasnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved